SUNGAI AJAIB DAN SUNGAI HITAM ABADI

3070 Kata
Semenjak pedang Naga Bergola menyatu denganku, aku merasakan kekuatan ku menjadi berlipat ganda. Dan badanku merasa sangat ringan. Apalagi saat aku di bawa terbang, menuju goa jalan ke Sungai Ajaib. Aku semakin percaya diri. Sekarang aku dan Shiva berada di sebuah pemandangan alam yang begitu indah. Aku belum pernah melihat pemandangan seindah ini. Aku merasakan bahagia sekali, apalagi dengan kekasih ku Shiva di sampingku. Shiva berlari mengejar kupu-kupu yang sangat indah. Dia terlihat riang gembira, lantunan nyanyian burung seakan menghilangkan keletihan selama ini. Aku dm merasa ingin disini selama nya. Berlari,bercanda. Semuanya serba sempurna. "Frangky dan Shiva sadarlah, kalian belum sampai pada tujuan kalian. Jika kalian berhenti di tempat ini, dan tenggelam dalam rasa kalian. Maka kalian akan gagal." Sebuah suara mengejutkan kami. Aku tahu itu adalah suara Pedang Ular Putih atau Nyai Ronggini. Pedang Naga Bergola dalam diriku pun tiba-tiba aku rasakan getaran nya. Hal itu membuat kami tersadar. Kalau seandainya mereka diam saja. Aku dan Shiva akan tenggelam dalam rasa bahagia ini. "Sayang benar kata Nyai Ronggini, kita terjebak dalam keinginan kita. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita, bahwa harus memperdulikan kepentingan orang banyak di bandingkan kepentingan kita." Ucap ku. Aku lihat Shiva tertegun. "Benar sayang, sebaik nya kita semedi sebentar, agar kita lepas dari rasa keinginan." Ucap Shiva. Aku semedi beberapa saat. Sampai aku rasakan titik dimana serba hampa. "Sayang mari kita lanjutkan perjalanan" Ucapku. "Baik sayang.." Kata Shiva. Jika perjalanan ini tanpa di temani Pedang Ular Putih yang nama aslinya Nyai Ronggini. Jelas kami tidak akan sampai sejauh ini. Mungkin di awal perjalanan kami sudah mati. "Sayang, kearah mana kita cari gunung berbentuk p******a sayang..?"Tanya Shiva padaku. "Aku pun tak tahu sayang. Namun kita coba cari suara air, mungkin gemericik atau deburan ombak nya. Kita akan telusuri sungai itu." Ucap ku. Shiva mengangguk tanda setuju. Kami telah berjalan cukup jauh. Dan aku mendengar suara gemericik air. Namun aku ragu. Karena di tempat negeri serba aneh dan ajaib ini, bisa saja aku salah dengar, atau hanya aku yang mendengar nya. "Sayang apakah sayang mendengar apa yang aku dengar.?" Tanya ku pada Shiva. "Sayang dengar apa..?" Tanya Shiva. "Aku mendengar suara gemericik air." Ucapku pada Shiva. "Sama sayang, aku juga dengar.." Ucap Shiva. Setelah mendengar ucapan Shiva, aku baru yakin se yakin yakinnya kalau yang aku dengar adalah benar. "Sayang mari kita cari sumber gemericik air itu." Kataku. Aku lihat Shiva mengangguk tanda setuju. Kami berjalan santai menuju sumber suara gemericik air. Akhirnya kami menemukan sungai yang lebar nya sekitar seratus meter. "Mungkin ini yang di sebut Sungai Tanpa Dasar itu sayang." Ucap Shiva padaku. "Ya sayang, akupun berfikir begitu."Kataku. Aku melihat berkeliling, gunung yang berbentuk p******a belum aku lihat. "Sayang kearah mana kita jalan." Tanya Shiva padaku. Aku hanya diam tak bisa menjawab. "Aku akan mencarikan gunung bentuk p******a yang kalian tuju. Frangky cabut pedang Naga Bergola, dan tancapkan ke tanah. Begitu juga dengan ku, segera tancapkan ke tanah, kekuatanku di padukan dengan kekuatan pedang Naga Bergola akan rasa cukup untuk mendeteksi dan menemukan gunung berbentuk p******a itu." Kata Nyai Ronggini dalam bentuk pedang di pinggang Shiva. Aku mengerti, aku melakukan apa yang di katakan Nyai Ronggini. plak..plak...plak.. Aku menepuk paha kanan ku tiga kali, kemudian aku berucap. "Wujud...wujud...wujud.." Seketika Pedang Naga Bergola telah ada di tangan ku. "Grmm..." Suara dari Pedang Naga Bergola menggelegar di tempat itu. Aku segera menancapkan Pedang Naga Bergola ketanah. Tanah bergetar hebat saat pedang di tancapkan. Sampai akhir nya Shiva menancapkan Pedang Ular Putih ke tanah. Baru getaran nya berkurang. Sesaat dua senjata sakti itu diam. Tak lama kemudian dua senjata sakti itu bergetar, makin lama makin hebat getaran nya. Hingga akhir nya tercabut dari tanah dan terbang menuju angkasa, kemudian menghilang. Aku dan Shiva hanya bisa menunggu kembali nya senjata sakti kami. Aku juga tidak mengerti bagaimana cara mereka bicara dalam alam roh. Apakah berkomunikasi sama dengan cara kita. Atau hanya menyamakan frekuensi gelombang nya saja. Cukup lama kami menunggu,akhirnya dua senjata sakti kami muncul. Aku lansung menangkap Pedang Naga Bergola dan meletakan di paha kananku. Seperti biasa dia menghilang dengan sendiri nya, akan muncul lagi jika di panggil. Pedang Ular Putih lansung bergelung di pinggang Shiva. "Kalian berjalan lah menuju hulu sungai." Ucap Nyai Ronggini dalam wujud pedang yang bergelung di pinggang Shiva. "Baik nyai, terimakasih atas bantuan nya, tanpa nyai mungkin kami tidak berhasil," Ucap ku. Kemudian aku dan Shiva menuju hulu sungai. Ternyata sungai ini melingkari salah satu gunung yang cukup tinggi. Setelah perjalan cukup jauh. Aku melihat dari kejauhan ada subuah gunung yang berbentuk p******a. "Sayang lihat kesana, mungkin itu gunung nya." Kataku pada Shiva. Saking semangat nya, aku dan Shiva berlari ke arah gunung itu. Ternyata gunung itu berada di seberang sungai. Gunung itu benar-benar mirip p******a wanita. Di puncak gunung juga terdapat pentilnya. Aku tersenyum geli melihat nya. Beda dengan Shiva yang muka nya merah mungkin karena malu bercampur geli. "Ha..ha...ha.." Tak tahan karena geli kami tertawa berbarengan. "Sayang tepat setentang antara dua gunung ada batu berbentuk pelana kuda. Ayo kita cari." Ucap ku. "Iih sayang, jangan lihat dadaku. Awas loh jaga pikiran nya, jangan sampai terjebak." Kata Shiva sambil senyum. "Iya sayang paham, belum mukhrim." Kataku. Kami berjalan ketepi sungai setentang tengah gunung p******a. Aku melihat batu mirip dengan pelana kuda. Batu itu tepat berada di tepi air. "Sayang, sepertinya itu batu nya.." Kataku pada Shiva sambil menujuk batu "Ayo kita kesana.." Ajak ku. "Ayo.." Kata Shiva. Aku dan Shiva berjalan ke arah batu. Kemudian melompat naik ke batu. Batu Pelana Kuda ini cukup lebar, bisa di naiki untuk tiga orang. "Sayang, kita harus menepuk air sambil mengatakan sungai ini dangkal." Ucap ku. Pluk...Pluk...Pluk.. Aku dan Shiva menepuk air tiga kali sambil berkata. "Sungai ini dangkal...Sungai ini dangkal..Sungai ini dangkal.." Di tepukan ke tiga, aku dan Shiva digigit ikan kecil sebesar kelingking. Ikan itu lengket di jari kami. "Ikan Lonjing Sejuta Bisa, kalian kena racun ganas dari ikan itu. Cepat telan pil anti racun yang di berikan Ki Saman." Ucap Nyai Ronggini dalam bentuk pedang. Aku merasakan sakit di tangan ku, perlahan tangan ku mulai berwarna biru. Bergegas kami menelan pil yang masih tersisa dua. Aku merasakan Pedang Naga Bergola bergetar dalam tubuhku. Tanpa di minta Pedang Naga Bergola mewujud dengan sendirinya. Pedang Naga Bergola terbang ke hadapan kami. Aku merasakan ada tenaga besar menarik tangan ku, hingga terjulur ke Pedang Naga Bergola. Aku melihat Kearah Shiva. Shiva juga mengulurkan tangan nya ke Pedang Naga Bergola. Perlahan dari jari-jari kami yang kena gigit Ikan Lonjing Sejuta Bisa, mengalir cairan warna biru. Seperiti nya Racun di tangan ku tersedot ke Pedang Naga Bergola. Makin lama semakin hilang warnah biru di tangan ku. Begitu juga dengan Shiva. Sampai akhirnya semua racun di tubuh kami menghilang. Seperti nya kelebihan lain nya dari Pedang Naga Bergola adalah mampu menyedot racun. "Pedang Naga Bergola Memakan seluruh racun dalam tubuh kalian. Katanya itu adalah makanan kesukaan nya. Itulah sebabnya dia keluar tanpa di minta." Ucap Nyai Ronggini. "Kalau nyai sendiri makanan kesukaan nya apa..?"Tanya Shiva. "Aku sama dengan Roh lain nya, memakan inti sari dari makanan. Tapi Pedang Naga Bergola adalah paralel dari segala senjata yang di gunakan untuk kebaikan. Dan terbentuk lah dia menjadi seekor naga yang bisa menjelma menjadi pedang. Adalah hal wajar jika makanan nya adalah racun. Namun kesaktian nya jauh di atas aku, hanya saja kita belum mengetahui semua kesaktian nya." Terang Nyai Ronggini. Zrrrrr.... Tiba-tiba sungai di depan kami menjadi dangkal. Atau mungkin permukaan sungai nya yang naik. Makhluk makhluk di dasar sungai menggelepar. Ribuan jenis dengan bentuk yang unik dan aneh. Ada yang berbentuk hiu tapi berkepala harimau. bentuk cumi berkepala kuda, dan begitu banyak berbagai bentuk yang besar nya dua kali batang kelapa. Ada juga seperti ikan biasa, berbagai macam ukuran dari yang terkecil, hingga ada yang sangat besar. Pedang Naga Bergola melayang di atas makhluk-makhluk mengerikan itu. Cairan berbagai jenis mengalir ke Pedang Naga Bergola. "Seperti nya Pedang Naga Bergola lagi berpesta makan racun sayang.."Kata Shiva. "Benar sayang.." Ucap ku. Setelah puas berpesta makan racun. Pedang Naga Bergola terbang ke angkasa. "Grrrmmmmmm.." Dengan suara keras Pedang Naga Bergola menggeram seperti senang. Kejap berikut nya Pedang Naga Bergola kembali padaku, dan menghilang di dalam paha ku. Aku kembali merasakan kekuatanku bertambah berlipat ganda. Aku menatap ke tengah sungai, disana ada lobang sebesar pintu rumah seperti pintu terbuat dari batu. "Sayang mungkin itu pintunya. Untuk sampai kesana kita harus melakukan ilmu peringan tubuh, agar tidak tersentuh atau tergigit makhluk mengerikan itu." Ucap Shiva. "Oke sayang, siap..." Kata Shiva. Lalu kami menggunakan ilmu peringan tubuh, ditambah dengan kekuatan pedang sakti yang masing-masing pada kami. Sehingga ini cukup muda bagi kami. Setelah masuk dalam pintu batu, pintu itu tertutup dengan sendiri nya. Ternyata ini adalah sebuah goa yang cukup lebar.Dan memiliki tangga menurun. Diluar goa aku mendengar seperti air bah. Sepertinya airnya kembali mengalir seperti semula. Aku merinding sendiri, Jika sempat tenggelam di sungai ini. hanya berlaku satu kata, yaitu mati. Batu dalam goa ini sungguh indah sekali. Banyak batu berwarna-warni memancarkan cahaya kemilau, ada juga emas dan berlian. Cahaya ini lah yang memancar dan menerangi goa. Pedang Naga Bergola keluar lagi dengan sendiri nya, dan menempel pada batu. "Grrrrmmm..." Setelah cukup lama, Pedang Naga Bergola kembali lagi padaku. Dan aku merasakan tenagaku bertambah lagi. "Batu di dinding goa beracun ganas. Jangan sampai kalian sentuh." Ucap Nyai Ronggini. "Baik nyi.."Ucap kami serentak. Perlahan kami menuruni tangga, aneh nya bayang-bayang kami seperti tertinggal di belakang kami. Shiva yang biasa nya tak mempunyai bayang-bayang kali ini mempunyai bayang- bayang. Kami terus melangkah ke bawah, hingga mencapai dataran cukup luas. Tiba-tiba dinding goa menjadi transparan. Ikan-ikan aneh berenang jelas kami lihat. Diatas di bawah di samping kami. Ternyata goa ini mengambang di tengah sungai. bukan di dasar sungai. Sejauh yang kami lihat tadi adalag badan goa ini. Sungguh pemandangan luar biasa. Indah tapi mengerikan. Hingga akhir nya kami sampai di ujung goa. Ternyata goa ini buntu, dan kami belum menemukan Sungai Ajaib. Sesaat aku ragu, jangan-jangan kami salah masuk. "Sayang apakah kita salah masuk goa..?" Tanya Shiva padaku. "Aku tidak tahu sayang" Jawab ku. "Namun jika salah masuk pun, dan kita terkurung disini aku ikhlas dan bangga, karena bersama sayang dan dua pedang sakti sahabat kita." Ucap ku. "Tapi sayang, aku melihat makna kehidupan dari jalan yang kita lalui dalam goa ini." Sambung ku. "Maksud sayang makna kehidupan..?" Tanya Shiva. " Saat kita masuk kedalam goa, kita di sambut batu warna-warni yang indah. Ini menyiratkan bahwa keindahan dunia, kekayaan, jabatan,pangkat, ilmu kesaktian dan lain nya. Hanya lah sebuah sesuatu yang bersifat hampa, bahkan adalah racun yang sangat keji yang mampu membunuh jiwa kita, apabila kita tidak mampu mengendalikan nya. Kemudian kita terus melangkah dalam goa. Kita melihat bayang-bayang kita seakan tertinggal. Seolah-olah mengajarkan pada kita, Kita terus akan di ikuti oleh nafsu angkara dalam diri kita. Disinilah peran agama, agar kita mampu mendahulukan kebaikan. Kemudian dinding yang Transparan agar kita melihat sesuatu berdasar kan sifat dan tidak lansung men jas sesuatu yang terlihat buruk, selama itu tidak merugikan banyak orang. Lihat lah ikan-ikan itu. Terlihat aneh tapi mereka tidak merugikan banyak ikan di samping nya. Dan Lihat ikan yang disana, yang memangsa dan mencelakai ikan lain nya. Dia di serang ikan lain dengan ramai. Begitu banyak hikma lain nya tertanam di dinding transparan ini. Kemudian kita terkurung dalam goa ini, karena di temani oleh sesuatu yang kita cintai, termasuk pedang kita. Sehingga menimbulkan rasa ikhlas yang tinggi tanpa penyesalan. Artinya apa yang kita harap belum tentu kita dapatkan. Hak kita hanyalah berusaha Hak Allah memutuskan." Ucapku panjang lebar. "Benar sayang, aku setuju dengan pandangan sayang." Ucap Shiva. Tiba-tiba dinding di depan kami terbuka seperti pintu. "Masuk lah dalam pintu itu. Disana lah Sungai ajaib, kalian telah mampu memecahkan makna dari goa ini. Aku tadi tidak bisa membantu. Sebab ada bisikan padaku agar tidak berkata apapun sampai kalian bisa memecahkan rahasia makna dari goa ini." Ucap Nyai Ronggini. "Bisikan dari siapa nyai..?" Tanya ku. "Entahlah, akupun tak tahu. Sulit untuk mendeteksi dari mana asal nya. Namun suaranya seperti Bapak Tua yang membantu kalian saat bertarung melawan Naga Bergola." Kata Nyai Ronggini. Aku dan Shiva hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, siapa bapak tua itu sebenar nya. Aku dan Shiva lalu melangkah masuk dalam pintu itu. Setelah masuk, pintu batu itu tertutup dengan sendiri nya. Kami ada di suatu hamparan cukup luas. ukuran sekitar empat puluh meter. Di tengah hamparan terdapat sungai yang mengalir. Seperti berhulu dari dinding batu dan bermuara di dinding batu. Aku tidak lagi merasa terkejut, setelah melakukan perjalanan sejauh ini, semua yang aku temui memang di luar logika. Tapi begitulah kekuasaan Tuhan. "Masuk lah kedalam sungai itu, itulah sungak ajain tujuan kalian" Kata Nyai Ronggini. Aku lalu masuk kedalam sungai kemudian di susul Shiva. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Pangeran Merah terus menatap cermin ajaib, dan melanjutkan perjalanan nya dengan langkah yang sangat berat. Semakin dekat dengan arah tujuan semakin berat saja langkah kaki yang dia rasakan. Bahkan Pangeran Merah telah melepaskan ilmu peringan tubuh nya. Namun itu seperti tidak berpengaruh di tempat yang berlantai batu luas ini. "Tempat ini benar-benar b******k," Kata Pangeran Merah dalam hati. Pangeran Merah benar-benar merasa dongkol dan marah. Pangeran Merah mengumpulkan tenaga dalam nya ketangan kanan nya. Dan melepaskan pukulan nya ke lantai batu. Sinar merah membara melesat dari tangan Pangeran Merah. Suara gemuruh terdengar seperti suara api besar. Sinar itu menghantam lantai. Ketika menyentuh lantai, sinar itu seperti hilang tanpa suara tanpa apapun. Pangeran Merah semakin jengkel, Pangeran Merah memukulkan tangan nya ke lantai. Saat menyentuh lantai, tangan Pangeran Merah sulit untuk di angkat dari lantai. Susah payah Pangeran Merah mengangkat tangan nya. "Pangeran Merah bodoh, jangan kau habiskan tenaga mu dengan cara sia-sia. Tempat ini tak akan terpengaruh oleh pukulan dan tenaga dalam mu." Ucap Pedang Ular Hitam di pinggang nya. "Lalu apa yang harus saya lakukan ki, sementara tubuh saya merasa sangat berat. Bahkan melangkah saja sulit sekali." Ucap Pangeran Merah. "Satukan kekuatan mu dengan kekuatan ku. Kau pangku aku di dadamu, Kosong kan pikiranmu agar aku bisa menyatu dalam goa garba mu." Ucap Pedang Ular Hitam. Kemudian Pangeran Merah mengikuti apa yang di katakan Pedang Ular Hitam. Pangeran Merah merasakan kekuatannya menjadi berlipat ganda. Langkah nya yang tadi sangat berat, setelah menyatukan kekuatan dengan Pedang Ular Hitam, Pangeran Merah merasakan jauh sekali perbedaannya. Sekarang langkah nya agak lumayan ringan. Sehingga Pangeran Merah mampu berjalan seperti biasa. Setelah cukup lama berjalan, Pangeran Merah berhenti di titik akhir yang di tunjukan Cermin Ajaib. Namun Pangeran Merah tidak melihat sungai atau apapun. yang dia lihat hanyalah satu tonjolan batu sebesar kepalan tangan. "Mungkin batu inilah kunci nya." Ucap pangeran Merah dalam hati. Kemudian Pangeran Merah menekan batu tonjolan itu. krrrraaakkk... Tiba-tiba saja, lantai yang di pijak nya terbuka lebar. Tubuh nya tersedot dalam sebuah lobang. Pangeran Merah melayang tak terkendali. Plung... Pangeran Merah masuk ke dalam air. Air itu adalah sebuah sungai berbau anyir dan berwarnah hitam. Ini lah Sungai Hitam Abadi. Siapapun yang mandi atau minum di sungai ini. Seumur hidupnya tak akan pernah kembali menjadi makhluk baik-baik. Hati nya akan di kekang dan di selimuti kejahatan. Tubuh Pangeran Merah seperti di tarik ke dalam sungai. Pangeran Merah tak bisa melihat apapun karena gelap nya. Tekanan air sungai sangat kuat. Rasa sakit dalam tubuh Pangeran Merah membuat Pangeran Merah tanpa sadar berteriak. Air sungai hitam berbau anyir masuk ke dalam tenggorokan Pangeran Merah. Antara sadar dan pingsan nya. Pangeran Merah melihat beberapa cara gerakan silat dan cara semedi. Hal itu berulang kali, hingga Pangeran Merah seakan bisa menghafalnya dan masuk ke dalam alam bawa sadar Pangeran Merah. Setelah itu, Pangeran Merah melihat sebuah gunung. Dalam gunung itu terdapat sebuah piramyd yang tertimbun. Pangeran Merah melihat aura yang sangat kuat di salah satu sudut piramyd. "Hawi...Hawi...Hawi..." Aura besar itu memanggil-manggil Namanya. Kemudian Pangeran Merah merasakan panas dan dingin di badan nya. Rasa sakit yang teramat sangat menyertai saat panas dan dingin menyerang. Akhir nya Pangeran Merah jatuh pingsan. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Saat aku masuk kedalam sungai, aku menahan nafasku. Tapi aku tidak merasakan tekanan air di dalam sungai ini. Cukup lama aku menahan nafas, hingga dadaku merasa sesak dan sakit. Aku rasa Shiva pun sama. Akhir nya aku tidak sanggup lagi menahan nafas. "Aakkkhhh..." Aku berteriak. Air masuk dalam mulutku dan aku meminum nya. Rasanya jauh beda dengan yang di berikan Ki Hurib. Disini rasanya seperti ada manis-manis nya. Aku bisa bernafas dalam sungai ini. Rasanya tidak jauh beda dengan berada di luar. Hanya tubuhku saja yang basah. Aku mencium bau yang wangi dari air ini. Aku melihat sekeliling, aku tidak melihat Shiva. Padahal air ini sangat jernih. dan seperti tanpa riak saja, begitu tenang nya. Aku yakin Shiva baik-baik saja. Shiva cukup tinggi ilmu nya Dan juga di temani Nyai Ronggini, aku tidak perlu mengkhawatirkan nya. Aneh memang, air sungai ini di kelilingku seperti membentuk dinding. Dan di dinding itu terlihat gambar orang bersemedi lengkap dengan cara nya. Gambar itu seperti bergerak. Aku mengikuti gambar itu, setelah cukup lama aku membuka mataku. Aku melihat gambar seperti orang melakukan jurus silat. Aku kemudian mengikuti setiap gerakan nya. Gerakan itu berulang-ulang, terus aku ikuti sampai aku hafal. Kemudian gambar itu di gantikan dengan gambar empat orang yang berdiri dekat dan satu orang agak jauh. Mereka hanya berdiri seperti patung. Kemudian menghilang. Kemudian gambar itu di gantikan dengan gambar sebuah gunung. Aku melihat empat orang tadi seperti bernyanyi di iringi alunan musik aneh. Aku melihat tiba-tiba gunung itu terbuka. Dan terlihat sebuah ruangan yang sangat besar. Ruangan itu di penuhi emas, berlian, dan batu mulia yang sangat banyak. Di tengah-tengah emas itu, terlihat ada sebuah buku diatas meja giok. Buku itu terlihat sudah cukup tua. Dan meja itu di kelilingi ular yang sangat besar. Kepala ular itu memakai mahkota seperti mahkota sebuah kerajaan. Pedang Naga Bergola dalam diriku bergetar hebat. Kemudian aku merasa seperti di tarik nya. Aku mengikuti arah tarikan nya. Aku di tarik ke arah dinding. Seperti nya aku akan bertabrakan dengan dinding, aku berusaha melawan sekuat tenaga. Tapi tarikan ini begitu kuat. Tubuhku seakan menembus dinding ini. kejap berikut nya aku telah berada dalam istana. Disana terlihat Shiva sudah duduk di kursi. Ada juga Ki Saman dan beberapa orang lain nya. "Selamat datang Frangky" Ucap mereka serentak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN