PERJALANAN MENUJU SUNGAI AJAIB

3594 Kata
Memang benar-benar ajaib negeri ini, aku dan yayangku Frangky merasa takjub dengan semua ini. Namun makanan nya tetap masih seperti makanan pada umum nya. Bukan di lihat lansung kenyang gak. Tapi di masukin dalam mulut dulu, di kunyah, kemudian ya di telan. Kemudian selesai makan kami bincang-bincang lagi dengan Ki Saman. Tapi aku cukup kaget dan merasa terkejut sih. Gimana gak kaget, pedang ku tiba-tiba jadi makhluk cantik. Itukan luar biasa. kalau aku bawa banyak barang kesini, bisa juga jadi makluk, lama-lama bisa buka kerajaan sendiri. Aku serius loh, pedang ku jadi makhluk itu ajaib benar. "Saya akan mengantarkan kalian ke jalan menuju sungai ajaib." Ucap Ki Saman. "Namun harus kalian tahu. Sungai ajaib ada di dalam goa dan goa nya ada di dalam sungai. Tempat tepat nya berada di tengah-tengah negeri ini." Sambung nya. "Untuk menuju sungai ajaib hanya ada dua jalan. Satu jalan yang pernah di lalui Ki Hurib. Hanya saja jalan itu selalu berpindah-pindah tempat. Hanya orang yang tersesat atau kebetulan yang bisa menemukan jalan itu. Kami saja penduduk negeri ini tak bisa menemukan jalan itu dengan sengaja." Ucap Ki Saman. Kemudian dia terdiam sejenak. "Satu lagi adalah jalan yang di amanahi kepada kami. Namun jalan ini memiliki rintangan. Rintangan Pertama kalian akan melalui Hutan Kabut Racun. Hutan Kabut Racun adalah sebuah hutan yang pohon atau tetumbuhan disana mengeluarkan kabut yang beracun. Sehingga tidak ada satupun makhluk hidup yang mampu hidup di hutan itu."Ucap nya. "Setelah itu kalian akan melewati Hutan Bingung, Hutan Bingung adalah sebuah hutan yang pepohonan nya bergerak. Sehingga membuat makhluk apapun akan tersesat dalam hutan itu." Sambung Ki Saman " Selepas melewati hutan, kalian akan jumpa dengan Goa Gerbang. Goa gerbang adalah pintu gerbang menuju sungai ajaib. Goa gerbang hanya akan kalian temukan melalui peta." "Setelah melewati itu semua, Kalian akan menjumpai dataran luas. Carilah Gunung berbentuk p******a, pas setentang tengah gunung. Di tepi sungai kalian akan menemukan batu berbentuk pelana kuda. Kalian naik ke batu itu. Tepuk air nya seperti yang di ajarkan Ki Hurib." Sambung nya. Ngeri juga ne rintangan perjalanan nya, kalau hutan racun kami mati, gak jadi dong nikah nya. Kalau hutan bingung tersesat di dalam nya, sama yayang Frangky sih aku gak masalah. "Apakah ada jalur ghaib ki..?" Ucap ku bertanya. "Di tempat itu tak ada satupun ilmu ghaib yang berlaku. Dan bahkan Nyai Ronggini yang menjadi pedang, selama melewati hutan tak akan bisa membantu banyak." Jawab Ki Saman. "Lalu bagaimana cara kami melewati nya Ki..? Tanya Frangky agak gusar. " Untuk melewati Hutan Kabut Racun, kalian bisa memakan pil ini. masing-masing satu pil. Pil ini ini hanya bertahan dua puluh empat jam. Namun setelah mandi di sungai ajaib racun apapun tak akan berpengaruh sama kalian lagi." Jawab Ki Saman. Ki saman memberikan pil pada kami masing-masing dua biji. "Saat mau masuk hutan kalian makan masing-masing satu pil. Nyai Ronggini tidak perlu memakan nya. Karena nyai berbentuk dalam jelmaan sebuah pedang. Satu pil lagi adalah untuk jaga-jaga." Ucap nya. "Kalau hutan bingung ki..?" tanyaku. "Kalian akan aku berikan peta ini." Ucap Ki Saman. Ki Saman mengangkat tangan nya ke udara. Tiba-tiba tangan nya telah menggenggam sebuah gulungan dari kulit. Entah kulit Rusa, atau kulit Harimau,mungkin kulit Buaya, jangan-jangan kulit buaya darat. Terserah lah, pokok nya kulit. Ki Saman menyerakan nya padaku, Aku mengambil gulungan kulit itu. "Silahkan di buka." katanya. Perlahan aku membuka gulungan kulit itu. Namun, tak ada apapun isinya di dalam. Hanya kosong. "Saya tidak mengerti ki" Ucap ku. "Gulungan peta ini rahasia. Tulisan dan lukisan di dalam hanya akan terlihat jika di rendam air jeruk."Ucap nya. Lalu Ki Saman membuat beberapa gerakan. Tak lama kemudian, Di atas meja telah tersedia satu mangkok air. "Rendam gulungan peta dalam air jeruk itu." Ucap Ki Saman. Perlahan aku meletakan gulungan dalam air jeruk di atas meja. "Angkat.." Kata Ki Saman, setelah cukup lama di dalam air itu. Aku mengangkat gulungan kulit itu dalam air jeruk. Aku masih belum menemukan tulisan atau petunjuk apapun. "Aku masih belum mengerti ki." Ucap ku. Aku lihat Frangky juga mengerutkan kening nya. Pertanda dia bingung. "Alirkan tenaga dalam hawa panas ke gulungan itu. Namun berhati-hatilah, jangan sampai gulungan itu hancur. Jika gulungan itu hancur, butuh tiga purnama hitungan dunia manusia untuk mengembalikan nya." Jelas Ki Saman. Perlahan aku mengalirkan hawa panas ke tangan ku. Kemudian hawa panas itu aku alirkan ke gulungan, namun mengontrol hawa panas ini bukan nya gampang. Tapi sangat susah sekali. Hanya bermodalkan yakin dan nekad saja. Cukup lama aku mengalirkan hawa panas ke gulungan. Perlahan muncul gambar di permukaan gulungan, makin lama makin jelas. Hingga akhirnya muncul dengan sangat jelas, sebuah gambar hutan. Gambar di permukaan gulungan laksana hidup. Hutan itu bergerak, itu terlihat dengan sangat jelas. Yang diam hanya lah pohon yang dahan nya melengkung berbentuk huruf O. "Apakah kau melihat ada pohon yang diam..?" Tanya Ki Saman. "Benar ki.." Jawab ku. "Pohon itulah yang harus kalian ikuti. Sampai nanti kalian akan menjumpai perbukitan. Saat memasuki daerah perbukitan, peta di tangan Shiva akan berubah dengan sendirinya. Kalian tinggal mengikuti arahan nya. Namun saat kalian mulai memasuki Goa. Peta itu akan hilang dari tangan kalian, dan akan kembali kesini."Jelas Ki Saman. "Tanpa peta di tangan Shiva, kalian akan salah masuk goa. Karena di perbukitan itu terdapat lebih dari seribu goa." Sambung Ki Saman. "Apakah kalian telah mengerti, ataukah ada yang ingin kalian tanyakan.." Ucap Ki Saman. "Ya ki, Bagaimana cara kami kembali ke istana ini. Apakah harus mengambil jalan yang sama." Ucap ku bertanya. "Tidak, untuk kembali kalian tidak perlu menempuh jalan yang sama. Sebab di ujung goa tempat sungai itu ada jalan lansung menuju ke istana. Namun jalan itu hanya satu arah. Dari sungai itu bisa ke istana, Namun dari istana tidak bisa kesana."Jelas Ki Saman. "Apakah kalian sudah mengerti, atau masih ada yang ingin kalian tanyakan..?" Tanya Ki Saman. "Jika kami membutuhkan Ki Saman nanti, apakah kami bisa menghubungi Ki Saman?" Tanya ku. "Kalian bisa memanggil aku dengan cara menyebut namaku tiga kali, dan hentakkan kaki kalian ke tanah tiga kali."Ucap Ki Hurib. "Baik lah, aku pikir kalian sudah mengerti. Mari ikut aku,aku akan tunjukan jalan menuju Sungai Ajaib." Ucap Ki Saman. "Baik ki" Ucap kami serentak. Ki Saman berdiri dari duduk nya, kemudian dia berjalan. Aku dan Frangky mengikuti langkah nya. Ki Saman lalu melakukan beberapa gerakan. Tiba-tiba udara dalam ruangan berubah menjadi dingin. Di depan kami, kabut pelangi muncul. "Ikuti aku." Kata Ki Saman berjalan memasuki kabut itu. Kami mengikutinya memasuki kabut itu. Di sekeliling, aku hanya melihat ruangan seperti pelangi. Nyai Ronggini yang tadi nya berjalan di belakangku, telah berubah menjadi pedang lagi dan kembali melingkar di pinggang ku. Frangky berjalan di samping ku menggenggam tangan ku dengan kuat. Aku merasa nyaman dengan genggaman tangan nya. Tidak beberapa lama, kami telah sampai di sebuah dataran. Dari kejauhan terlihat hutan yang di selimuti kabut. "Kalian ikuti jalan setapak ini, Jalan ini menuju Hutan Bingung. Segera kalian makan pil yang saya berikan." Ucap Ki Saman. Aku dan Frangky segera menelan pil anti racun. "Nyai Ringgini, Jaga mereka.." Ucap Ki Saman. Pedang di pinggang ku bergetar. Seperti menjawab perkataan Ki Saman. "Kalian saat ini ada di kawasan tengah-tengah gunung ashari. Aku akan segera pulang ke istana. Setelah kabut ini hilang, tidak ada jalan bagi kalian untuk pulang, kecuali menemukan Sungai Ajaib. Tapi, Aku yakin, kalian adalah makhluk yang terpilih dan di pilih." Kata Ki Saman. "Nanti kalian bisa memanggil ku dengan jalur bathin, jika kalian merasa perlu bantuan. Dari istana aku akan terus berdoa untuk kalian." Ucap nya. Setelah berkata, kabut pelangi muncul di depan Ki Saman. Ki Saman melangkah maju kedalam kabut. Kemudian menghilang bersama kabut itu. Sekarang tinggal aku dan Frangky yang di temani Pedang Ular Putih, yang nama aslinya adalah Nyai Ronggini. Perlahan kami menuju Hutan Kabut Racun. Kami percaya diri saja, karena sudah makan pil anti racun. Saat memasuki Hutan Kabut Racun, Kabut yang beraroma menyekat menyesakkan d**a ku. Memang aku tidak merasakan apapun. Namun bau nya yang gak enak benar-benar membuat aku gak nyaman. Tidak ada satupun binatang dalam hutan ini. Yang ada hanya kabut yang tebal. Pandangan kami hanya bisa melihat tiga meter kedepan. Ternyata kabut ini berasal dari sela-sela akar pohon. Entah bagaimana pohon-pohon ini bisa mengeluarkan kabut, aku pun gak mau pikirkan hal itu. Yang jelas bagaimana caranya bisa keluar dari hutan ini. Sesekali aku terpaksa memakai pedangku untuk memutuskan ranting atau pohon kecil yang menghalangi jalan. Setiap kali putus kabut kekuar dari batang nya. Cukup lama kami berjalan dalam kabut ini. Hingga akhir nya kami keluar juga. Dataran ini cukup luas menurut ku, Di depan sana, sekitar seratus meter terlihat hutan yang sangat lebat. "Sayang mungkin itu Hutan Bingung.."Kataku pada Frangky. "Iya sayang.." Katanya singkat. "Coba buka petanya sayang..." Kata Frangky padaku. "Baik sayang.." Jawab ku. Kemudian aku membuka peta yang aku simpan. Dalam peta itu jelas yang di depan kami ini lah Hutan Bingung. Aku melihat ada jalan setapak yang di tandai dalam peta ini. Memang banyak jalan yang menuju hutan itu. Tapi yang di tandai hanya satu jalan. Kami memakai jalan yang di tandai dalam peta. Baru saja masuk dalam hutan, tiba-tiba jalan di belakang kami tertutup. Pohon-pohon dalam hutan seakan bergerak, pergerakan itu yang membuat bingung. Aku kembali melihat peta, aku melihat jalan yang di tandai dengan lengkungan dahan pohon berbentuk huruf O. Aku melihat pohon itu, kemudian mengikuti nya. Sekitar separoh hutan telah kami lalui. Banyak tulang belulang yang kami jumpai di jalan. Belum lagi binantang yang tersesat dalam hutan ini. "Sayang kamu lihat pohon itu," Ucap Frangky padaku. Aku melihat ke arah telunjuk Frangky. Di depan kami, ada satu pohon bersisik merah seperti sisik ular. Tinggi sekitar dua puluh meter. Dahan nya hanya enam. setiap dahan ada ranting tanpa daun. Dahan itu seperti kaki naga. Di pucuk pohon terlihat seperti ekor naga. Pohon ini tepat nya seperti naga yang membenamkan kepalanya ketanah. Perlahan-lahan kami mendekati pohon itu. Sekitar dua langkah dari pohon, aku merasakan tanah nya bergetar hebat. "Grrrrrmmm...." Suara menggelegar keluar dari pohon itu. Aku mencabut pedang yang melilit di pinggang ku. Dan bersiap menunggu segala kemungkinan. byiuuurrr...wwwrr... braakkk... Pohon itu seakan tumbang, menimpa beberapa pohon yang sedang berputar berjalan. Pohon yang tumbang karena kena timpa pohon naga, tiba-tiba bangkit lagi dan berjalan berputar lagi . Aku ingat kata-kata kK Saman, Semua unsur ilmu ghaib tak berguna di tempat ini. Apakah tenaga dalam juga gak berpungsi. Aku mencoba mengalirkan tenaga dalam ke tangan ku. Mungkin yang di maksudkan nya adalah tidak berpengaruh terhadap lingkungan. Aku melepaskan pukulan ke salah satu pohon. blegar... Pohon itu tidak hancur seperti biasanya. Pohon itu hanya tumbang, kemudian bangkit lagi dan terus berputar. Tiba-tiba dari pangkal pohon berbentuk naga, keluar kepala besar dari tanah. Kepala sebesar kerbau, mirip dengan kepala ular tapi bertanduk. Mata besar menyala, jenggot panjang merah, berkumis seperti kumis lele. Taring besar mencuat. Aku kaget secara reflek lari kebelakang Frangky. Memang aku melihat bentuk aneh adalah makanan sehari-hari ku. Di kampungku banyak yang aneh. Tapi kali ini aku merasa ngeri melihat nya. Frangky memasang kuda-kuda siap melindungi ku. Melihat Frangky, keberanianku kembali muncul. Kepala itu mengeliat, terlihat di depan kami benar-benar seekor naga. Pohon yang bersisik, yang aku anggap pohon tadi ternyata benar-benar seekor naga. Pedang ku bergetar hebat, di depan kami naga itu tanpa peringatan lansung menyerang. Naga itu menyemburkan api, api besar bergulung-gulung datang pada kami. "Hiaaat.." Pedang Ular Putih aku kerahkan ke arah api besar itu. Frangky juga melepaskan tenaga dalam nya. Blegar... Ledakan dahsyat terjadi. Naga itu seperti tak bergeming, hanya bergetar saja. Sementara aku dan Frangky terlempar. Melihat situasi ini, aku ingat pesan Ki Saman. Agar kami memanggil nya saat butuh bantuan.Karena situasi ini serba aneh, aku memilih memanggil dia. Aku menghentakan kaki ke tanah sambil berkata.. "Ki Saman...Ki Saman...Ki Saman.." "Kalian ada dalam kawasan hutan bingung. Aku tak bisa menembus hutan ini. Aku hanya bisa menyampaikan suaraku. Aku melihat kalian dari jauh. Yang kalian hadapi adalah Naga Bergola. Naga itu sebenar nya adalah Paralel dari segala senjata, Naga Bergola sangat sulit untuk di temukan. Kalian harus mengalahkan nya." Ucap Ki Saman. Mau bagaimana lagi, sepertinya kami harus bertarung mati-matian. "Hiaaa..."Frangky lansung menyerang Naga Bergola. Melihat itu aku pun tak tinggal diam. Aku ikut menyerang dengan segenap tenaga ku. Naga Bergola benar benar sakti. Tebasan pedang dan pukulan sepertinya tidak berpengaruh padanya. "Sayang kerahkan pukulan quantum tahap akhir.." Kata Frangky. Aku mengangguk setuju. Kami melepaskan pukulan quantum. Biasanya terjadi perubahan alam. Tapi disini tidak ada kejadian apapun. Bahkan energi alam pun tak bisa aku tarik. Serentak pukulan di arahkan ke Naga Bergola. Naga Bergola terpukul mundur. Naga Bergola lansung bangkit. Sekarang makin mengamuk. Hutan di sekitar nya tumbang. Namun seperti tadi pohon nya bangkit lagi. Sepesang sinar hijau kekuar dari mata naga bergola. Sinar itu kami sambut dengan pukulan quantum. Kami terlempar kebelakang. Aku merasakan dadaku sakit. Dan tubuhku sulit untuk bergerak. "Grrrrrmmmm..." Suara Naga Bergola datang ke arah kami. Aku mendekati Frangky, dan memeluk nya. "Maafkan aku sayang, tak bisa melindungimu. Jika sekarang ajalku datang. Aku bahagia mati dalam pelukan mu." Kata Frangky. Aku hanya bisa menangis. pedang di tangan ku terlempar entah kemana. Sinar hijau di lepaskan lagi oleh Naga Bergola. Aku menutup mata menunggu kematian.. "Naga Bergola, hentikan..." Terik sebuah suara. Blegar... kejap berikut nya terjadi ledakan. Aku merasakan tubuhku terangkat naik. Sebuah tangan menempel di punggungku. Aku merasakan hawa sejuk mengalir ke tubuh ku. Semua rasa sakit di tubuhku berangsur hilang. Aku bisa menggerakan tubuh ku lagi. Bahkan luka dan lecet di tubuh ku hilang. Begitu juga dengan Frangky. Di depanku Pedang Ular Putih telah bergulung. Aku melangkah dan mengambil pedang ku. "Dasar anak nakal, menghajar orang pilihan. Sekarang berubah menjadi pedang lagi. Dan jangan kabur sesuka hati lagi." Ucap suara itu. Aku melihat Bapak tua berapakaian lusuh di depan sana. Berkacak pinggang sambil bicara kepada Naga Bergola. "Grrrmmm" Sahut Naga Bergola seakan mengerti. Asap merah menyelimuti Naga Bergola. Aku melihat Frangky mengerutkan kening nya. Seakan mengingat-ingat sesuatu. "Ada apa sayang, apakah sayang mengenal Bapak itu..?" Tanya ku. "Sepertinya bapak itu yang menjual buku dulu sama aku sayang. Buku yang Berjudul Thesaurus Bondo. Di hari pasar awal kita bertemu. Bahkan bapak itu terkesan memaksa. Tapi buku itu telah hilang." Ucap Frangky. Aku mengerti yang di maksud hari pertama bertemu. Di depan sana, setelah asap menghilang. Naga Bergola berubah menjadi pedang besar berwarna merah. Hulu pedang berukiran kepala naga, dan pedang nya berhias sisik seperti ular. Bapak itu mengambil pedang dan berjalan ke arah kami. "Kita jumpa lagi anak muda." Katanya Lalu dia menyerahkan pedang ke Frangky. Aku seperti tertahan suaraku. Aku ingin bertanya siapa dia dan ingin mengucapkan terimakasih tapi gak bisa. "Naga Bergola, anak muda ini adalah tuan mu sekarang, ikuti dan lindungi mereka. Kamu jangan bandel, aku akan terus memantau mu." Ucap nya. Pedang Naga Bergola di lepaskan si Bapak Tua. Pedang Naga Bergola terbang mengelilingi Frangky. Kemudian seperti menghikang dan menyatu dengan Frangky. "Aaahhh..." Frangky berteriak kesakitan. Tubuhnya mengeluarkan asap hitam. Aku ingin menyerang Bapak Tua itu. Tapi tubuhku tak bisa bergerak. Sepertinya aku kena totok. Tapi kapan dia melakukan nya. Frangky jatuh pingsan, Bapak Tua mendekatinya. Dan menempelkan tangan di d**a Frangky. Kejap berikut nya, Frangky tersadar. "Anak muda, Pedang Naga Bergola telah mengikuti mu. Sekarang Pedang Naga Bergola adalah senjata mu. Saat kau ingin memakai nya. Tepuk paha kanan mu tiga kali dan katakan wujud. Secara otomatis pedang akan ada di tangan mu. Saat kau ingin menyimpan nya, letakan di paha kanan mu, dan katakan tidur. Dan jangan sesekali memakai nya kecuali dalam keadaan terdesak" Kata bapak Tua. Kemudian bapak itu menghilang. Tinggal aku dan Frangky yang masih bingung "Luar biasa Ilmu Bapak Tua itu" Ucap ku. "Ayo sayang kita lanjutkan perjalanan" Ucap Frangky. Lalu kami melanjutkan perjalanan mengikuti arahan dari peta. Cukup jauh kami berjalan, akhirnya kami sampai di sebuah dataran yang sekeliling nya di penuhi bukit cadas. Di bukit itu tampak banyak sekali goa. Tanpa peta mustahil bisa memilih goa yang benar. Dari pengalaman perjalanan aku di negeri ini, pasti akan ada rintangan aneh-aneh jika salah memilih goa. Bahkan mungkin akan mati. Aku melihat Peta di tangan ku. Peta yang tadi nya bergambar hutan, sekarang persis bergambar bukit batu di hamparan ini. Ada satu goa yang di tandai, letak nya sangat tinggi mungkin ketinggian lima ratus meter. Bukit batu ini sangat curam, seperti dinding dan sangat licin. Tidak ada jalan menuju goa itu. Kalau memakai ilmu peringan tubuh, gak mungkin bisa sampai ke goa. Adapun ilmu cicak, batu nya sangat licin. Satu-satu nya cara adalah terbang. Beda hal jika ini di alam ku, kalau di alam ku aku bisa terbang. Tapi disini aku ragu. "Sayang bagaimana caranya kita mencapai goa itu?." Kataku pada Frangky. "Itulah yang sedang aku pikirkan sayang." Kata Frangky padaku. "Tuan Putri Shiva, rasanya tenagaku sudah cukup pulih, aku akan membawamu terbang kesana. Tapi untuk lebih muda,Tolong Frangky keluarkan Pedang Naga Bergola. Saya akan berbicara dengan nya." Kata Pedang Ular Putih di pinggangku. Frangky seperti nya mengerti, Lalu menepuk pahanya tiga kaki. "Wujud.. wujud..wujud" Kata Frangky. "Ggrrrmmmm..." Sebuah suara menggema di dataran itu. Suara itu berasal dari pedang yang tiba-tiba sudah berada di tangan Frangky. Pedang Ular Putih di pinggang ku bergetar keras. Kemudian melayang. Di ikuti dengan Pedang Naga Bergola. Dua pedang sakti itu seakan berkejaran di udara. Yang mengakibatkan angin punting beliung. Namun kejadian itu hanya sebentar, kejap berikut nya kembali kepada kami lagi. "Acungkan kami ke goa itu, kami akan membawa kalian terbang, dan segera memakai ilmu meringankan tubuh." Kata Pedang Ular putih. Aku dan Frangky segera melakukan nya. Seperti ada sebuah tenaga raksasa menarik ku ke arah goa. Sesampai dalam goa, ternyata goa ini cukup lapang dan mempunyai tangga untuk turun. Kami menapaki tangga satu per satu dengan hati-hati. Cukup jauh perjalanan kami menemukan ujung anak tangga di suatu ruangan cukup lebar. Dalam ruangan lebar ini, hanya ada satu jalan kearah kiri. Kami menelusuri jalan itu. Hingga kami menemukan pintu keluar. Kami berada di suatu pemandangan indah sekali. Bukit-bukit menjulang di penuhi dengan tumbuhan warna-warni. Kicauan burung yang indah seakan memberikan lantunan musik yang membuat hati siapapun akan tenteram. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Setelah melakukan percintaan di ruangan itu, pangeran merah mengumpulkan peluh cinta. "Teteskan peluh cinta ke cermin ajaib. Segeralah mencari sungai hitam abadi." Ucap Raja Neraka yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Pangeran Merah lalu meneteskan peluh cinta ke dalam cermin ajaib sambil berkata. "Cerminku cermin ajaib tunjukan di mana letak Iblis Ular Batu" Kemudian Terlihat lah disana jalan menuju Iblis Ular Batu. "Sahabat ku Ronggo berubah lah menjadi pedang," Kata Raja Neraka. Ki Ronggo tiba-tiba telah menjadi pedang lagi. Pangeran Merah mengambil pedang dan mengikuti arah yang di lihatkan cermin ajaib. Setelah cukup lama berjalan, akhirnya Pangeran Merah melihat sebuah gunung yang mirip ular. "Mungkin inilah Iblis Ular Batu" Batin Pangeran Merah. Pangeran merah lalu mendekati mulut dari gunung ular itu. Setelah cukup lama memperhatikan, barulah yakin Pangeran Merah. Itu adalah Iblis Ular Batu. Pangeran Merah melompat ke arah mata Iblis Ular Batu. Dan meletak kan batu yang di berikan Raja Neraka. Sesaat kemudian terbuka lah mulut Iblis Ular Batu. Dan menganga satu lobang yang cukup besar. Dari lobang itu keluar daya sedot luar biasa besar. Batu-batu sekitar nya tersedot kedalam mulut Iblis Ular Batu. Pangeran Merah juga ikut tersedot, dalam keadaan melayang Pangeran Merah harus menghidari tabrakan dengan bebatuan. Pangeran Merah terus melayang, sepertinya Pangeran merah telah memasuki daerah kerongkonagan Iblis Ular Batu. Pangeran Merah merasakan udara sangat dingin sekali, batu-batu yang melayang di sekitar Pangeran Merah telah berubah menjadi es. Hampir saja pangeran Merah beku kedinginan. Di saat genting itulah Pangeran Merah merasakan hawa panas dari pusar nya. Hawa panas itu merambat naik, kemudian menyelimuti semua tubuh nya. Sehingga Pangeran Merah tidak merasakan dingin lagi. Pangeran Merah menyadari, itu semua berkat dari Buah Api yang dia makan di tempat Raja Neraka. Andai Pamgeran Merah tidak memakan Buah Api, di pastikan saat ini Pangeran Merah telah mati. Byurrr... Belum lepas dari rasa dingin yang menyengat. Sekarang Pangeran Merah malah tercebur dalam air berbau busuk. Saking busuk nya, hingga menyesakan pernapasan. Air berwarnah kuning busuk, warna kuning dari air ini memancarkan cahaya menerangi ruangan. Baru saja tercebur, ratusan bahkan mungkin ribuan ular sebesar telunjuk mengejar Pangeran Merah. Ular itu berwarna hitam pekat. "Pangeran Merah, ini adalah Ular Raja Racun. Racun nya sangat ganas. Cepat menyelam."Kata Pedang Ular Hitam. Pangeran merah mendengar itu, bergegas menyelam. Ribuan ekor ular kecil mengejar dari belakang,depan dan samping Pangeran Merah. Pangeran merah mencabut pedang nya. Dan mengayunkan. Puluhan ekor ukar terbabat putus. Sisa nya masih mengejar Pangeran Merah. Beberapa ekor sempat menggigit pangeran merah. Air berwarnah kuning sekarang bercampur dengan darah Pangeran Merah. Pangeran Merah menggigit bibirnya menahan sakit. Di depan nya nya sekarang ada air berwarna hitam. Pangeran Merah menyelam masuk ke dalam air berwarna hitam. Ribuan ular kecil itu berhenti mengejar Pangeran Merah. Pangeran Merah merasakan badan nya seaakan di himpit puluhan gajah. Kalau saja Pangeran Merah tidak memiliki tenaga dalam tinggi. Pasti badan nya akan hancur. Pangeran Merah terus menyelam kedasar air dengan susah payah. Akhirnya Pangeran Merah melihat cahaya. Pangeran Merah mengejar cahaya itu. Dan menemukan jalan keluar Buukkk.... Pangeran Merah jatuh di dataran berbatu. Dataran ini sangat luas hanya ada lantai batu yang luas. Entah dari mana cahaya nya, tempat ini cukup terang. Namun sepertinya gravitasi nya sangat kuat. Sehingga merasakan berat langkah nya Pangeran Merah bersemedi sejenak mengembalikan kekuatan nya. Selesai semedi Pangeran Merah mengambil kaca Ajaib. Dan meneteskan peluh cinta sembari berkata. "Kacaku kaca ajaib, Tunjukan dimana letak Sungai Hitam Abadi." Kaca itu mengeluarkan gambar. susah payah Pangeran Merah berjalan. Karena tarikan gravitasi nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN