NEGERI AJAIB

2760 Kata
Setelah melewati berbagai rintangan yang mengancam nyawa. Aku dan Shiva mengikuti paralel kami di negeri ajaib ini. Tanah yang kami injak, bergerak sendiri. Seperti kami menaiki jalanan otomatis. Ilalang merah di depan kami yang rimbun, menyibak memberikan jalan. Setelah cukup lama berjalan, di depanku terlihat satu kota yang sangat canggih. Gedung-gedung tinggi berdiri seperti ingin mencapai langit. Jalanan yang berlapis di penuhi dengan kendaraan mahal. Bahkan di angkasa terlihat juga kendaraan yang terbang simpang siur. Banyak juga makhluk yang berjalan kaki. Sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Bentuk makhluk disini seperti manusia pada umum nya. Tanah yang berjalan saat kami injak tadi, tiba-tiba berhenti dekat kota ini. Satu kendaraan seperti mobil mahal menjemput kami. Mobil itu mirip dengan BMW, namun semua nya seperti terbuat dari emas. Mobil itu membuka pintu nya seakan menyuruh kami masuk. "Silahkan naik.." Kata Frangky quadrat kepada kami. Perlahan kami menaiki mobil emas. Di dalam mobil, terasa kursi sangat empuk. Di hiasi dengan interior yang sangat indah. Aneh nya, aku tidak melihat ada sopir di dalam mobil ini. Mungkin di kendalikan dari jarak jauh. Sepanjang perjalanan aku tidak melihat satu pun pom bensin. Bagaimana cara mereka isi minyak. Cukup lama perjalanan kami, hingga akhirnya kami berhenti di sebuah bangunan besar. Bangunan ini sangat indah dan besar, juga sangat tinggi. Jika di bandingkan dengan bangunan tertinggi di alam manusia. itu hanya sepertiga dari bangunan ini. Halaman nya sangat luas, dihiasi dengan taman luar biasa indah. Dinding bangunan terdapat hiasan dari emas dan berbagai macam batu mulia lain nya. Bisa di pastikan yang memeliki bangunan ini pasti sangat kaya. Kami berjalan menuju bangunan itu. Beberapa penjaga berpakaian putih dan tanpa memegang senjata apapun menyambut kami dengan ramah. "Selamat datang di Istana kami, makhluk terpilih." Ucap mereka serentak. "Terimakasih,..."Jawab kami serentak. Lalu kami di bawa ke sebuah ruangan yang luas. Di tengah ruangan ada meja panjang yang di isi berbagai macam makanan. Meja terindah yang pernah aku lihat. Bukan meja itu saja yang mengejutkan. Yang lebih mengejutkan kami adalah orang yang telah menunggu disana. Jelas terlihat disana sudah duduk, yang di tengah paling ujung Kiyai Mustakin, kemudian disisi kanan nya ada Ki Hurib. kemudian disisi kirinya ada Bapakku, ada ayah shiva, ada sang guru dan sang murid. Dan ada 3 orang lagi yang lain nya. Tiga orang ini badan nya mirip Domo,Dumu dan Ki Kuntet. Tapi wajah mereka disini lebih mirip manusia normal. "Selamat datang yang terpilih.."Ucap mereka serentak. "Jangan heran melihat kesamaan bentuk kami dengan dengan orang terdekat kalian. Sesungguh nya kami adalah paralel dari mereka." Ucap yang mirip kiyai. "Namaku Ki Saman, begitulah orang-orang memanggilku. Meskipun namaku sebenarnya adalah Mustakin. Nama Ki Saman aku dapatkan karena aku harus mengikuti perkembangan zaman." Ucap nya sambil tersenyum. Aku mendengar namanya jadi paham, beliau lah pimpinan di tempat ini. Aku dan Shiva kemudian menghormat membungkuk. "Sudah lah, tak perlu terlalu sungkan. Mari silahkan duduk." Ucap Ki Saman. Aku dan Shiva mengambil tempat duduk. Paralel kami Shiva quadrat dan Frangky Quadrat lansung pamit. "Maaf Ki Saman kami lansung pamit.." Ucap mereka. "Baiklah terimakasih atas baktinya" Kata Ki Saman. Secara serentak mereka hilang tanpa suara tanpa meninggalkan apapun. Aku hanya memahami bahwa ilmu mereka sangat tinggi. "Kalian pasti tahu tujuan kalian kesini, dan kenapa kalian di panggil sebagai yang terpilih" Ucap Ki Saman. "Bonus bagi kalian jika cinta kalian bisa bersatu. Namun kalian harus ingat, tujuan utama kalian adalah membantu banyak orang dengan menemukan kunci misteri tentang cara membuka Thesaurus Bondo" Sambungnya. "Baik ki.."Jawab kami. "Baiklah saya akan menceritakan tentang negeri ini pada kalian, khusus nya apa yang telah kalian lalui." Ucap nya. "Negeri ini adalah paralel dari negeri kalian. Namun disini hanya kebaikan nya saja. Sementara ke burukan nya dari negeri kalian ada lah sungai hitam abadi." Ucap nya. "Tidak beberapa orang bisa sampai ke negeri ini. Dan memang jalan yang memungkinkan adalah jalan yang kalian lalui. Meskipun ada portal ghaib nya, namun portal itu sangat-sangat rahasia." Sambung nya. " Dan jalan yang kalian lalui adalah jalan yang penuh resiko dengan taruhan nyawa. Kecuali bagi yang terpilih dan di pilih." Sambung nya. "Negeri ini sebenarnya adalah badan sebuah gunung Ashari, gunung Ashari adalah makhluk Tuhan yang merupakan paralel dari seluruh gunung di dunia, baik itu secara nyata atau pun gunung di alam ghaib." Ucap nya. "Karena merupakan paralel dari seluruh gunung, sehingga gunung Ashari memiliki banyak kelebihan di bandingkan gunung yang lain nya." Jelas nya. "Sekarang aku ingin mendengar cerita dari masing-masing kalian tentang apa yang kalian lihat dan rasakan saat melihat kota di negeri ini. Karena kemungkinan nya, dari setiap kalian pasti beda apa yang kalian lihat. Saya mulai dari Frangky, jadi Frangky ceritakan lah dari kamu melihat kota di negeri ini." Pinta Ki Saman. "Saya Ki..." Ucap ku. "Benar.." Jawab nya. "Apa yang aku lihat berbeda dengan apa yang aku pikirkan sebelum nya. Aku berpikir sebelum nya, kalau negeri Alang-Alang adalah sebuah negeri yang hampir mirip dengan negeri alam ghaib lain nya. Semua serba instan."Ucap ku memulai cerita. "Tapi yang aku lihat malah ini seperti kota, dengan bangunan yang tinggi, juga mobil yang rata2 mewah serta canggih, dengan jalan-jalan yang berlapis. Ini baru pertama kali nya aku melihat kota secanggih ini. Yang di dalam bayangan saja tak pernah terlintas dalam pikiran ku. Hanya saja yang aku bingungkan, selama dalam perjalanan aku tidak melihat satu pun pom bensin. Apakah mobil dan kendaraan disini memakai tenaga lain..?" Cerita ku "Hmm... Kalau kamu Shiva." Tanya Ki Saman tanpa menjawab pertanyaan ku. "Namun sebelum Shiva menceritakan pengalaman nya dalam perjalanan. Saya meminta Nyai Ronggini berubah lah menjadi diri sendiri. Pedang yang menjadi tubuh mu tak akan bisa mengekang mu disini. Dan kalau Nyai Ringgini tetap dalam wujud pedang, akan berbahaya baginya dalam istana ini. sebab tak ada satupun senjata yang berlaku dalam istana ini. Karena kekuatan tenaga dalam dan kesaktian luar biasa lah nyai bisa bertahan dalam wujud pedang. Sekarang berubah lah ke wujud asli. Raga pedang tak akan mampu menahan mu di sini. Nanti setelah keluar dari istana nyai otomatis akan berubah menjadi pedang lagi." Ucap Ki Saman. Aku terkeut, sunggul luar biasa ruangan istana dan Ki Saman. Bisa tahu ada Pedang Ular Putih dengan kami. Bahkan beliau tahu nama aslinya. Dan bersikap ingin melindungi. Sungguh luar biasa. Pedang Ular Putih di pinggang Shiva bergerak dan berputar di angkasa. Kabut putih menyelimutinya. Setelah kabut hilang berganti dengan sesosok wanita paruh bayah yang anggun. Wanita itu terlihat cantik, d**a montok dan pinggul sekal. bibir yang ranum basah. berpakain putih semua nya. Ternyata beginilah bentuk aslinya Pedang Ular Putih. nyai Ronggini membungkukan badan, memberi hormat kepada Ki Saman. "Terima kasih atas pengertian dan perhatian nya ki..." Ucap wanita jelmaan pedang yang bernama Ronggini. Sebenar nya aku ingin bertanya dan bercerita dengan wanita paruh baya ini. Karena berkat beliau lah kami sampai di tempat ini. Namun aku segan bicara di depan Ki Saman. Aku yakin Shiva juga sama. "Sekarang lanjutkan cerita mu Shiva.." Ucap ki Saman. " Yang aku lihat berbeda dengan Frangky Ki. Jika Frangky meliha mobil dan kendaraan. Tapi yang aku lihat malah karpet terbang dan benda lain nya yang di kendarai. Kalau bangunan mungkin sama penglihatan kami. " Ucap Shiva. Aku makin bingung dengan negeri ini. Bagaimana mungkin Tempat yang sama di lihat berbeda. "Saat kami menaiki kendaraan yang mengantar ke istana ini. Aku merasakan menaiki karpet terbang yang di pasang bangku dari karpet yang lembut untuk bersandar. Makanya mendengar cerita Frangky tadi, aku agak bingung. Kenapa tempat yang sama di lihat berbeda.?" Ucap Shiva. "Sebelum aku menjelaskan tentang keajaiban nya. Aku berikan waktu untuk Nyai Ronggini melepaskan keinginan bercerita di sini." Ucap Ki Saman. "Saya ki.."Jawab Nyai Ronggini. "Silahkan Nyai.." "Pertama saya mengucapkan rasa terima kasih dengan aki. Kemudian saya merasa senang mengikuti anak-anak muda ini ki. Karena memang mereka memiliki hati yang baik." Ucap Nyai Ringgini. "Perihal saya merasakan dan melihat dalam wujud pedang. Yang saya lihat hanya lah aura yang besar ki. Dan saat memasuki istana. Saya merasa badan saya tercabik-cabik dan sangat sakit sekali. Jujur saja ki. Kalau misal nya Ki Saman tidak memberikan izin dan arahan untuk berubah ke wujud ini, mungkin saya akan hancur dan akan hilang selamanya." Ucap Nyai Ronggini. "Baiklah sekarang saya akan mecoba menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi." Ucap Ki Saman. "Apa yang terlihat itu adalah menandakan sesuatu itu dari mana asal nya. Jika manusia yang melihat, maka yang terlihat adalah sebuah kota, Jika makhluk ghaib yang melihat yang terlihat adalah seperti yang di lihat Shiva. Namun jika roh suatu senjata yang melihat, maka yang terlihat adalah aura. Sesungguh nya itu semua adalah Aura paralel dari dunia ghaib dan dunia manusia. Sehingga menciptakan aura yang besar yang bisa di gerakan." Ucap Ki Saman. "Seperti yang di ketahui ini adalah Dunia paralel baik dari manusia dan ghaib selain dari malaikat. Hampir semua nya ada. Kecuali Ka'bah, Nabi dan Rasul. Aura nya terlalu besar bagi gunung Ashari. Jika itu ada di sini. Maka gunung Ashari akan hancur berkeping-keping." Jelas Ki Saman. Aku mulai memahami nya, apa yang terjadi sebenar nya. "Namun kami di negeri ini,meskipun hampir rata-rata ada di negeri ini. Kami tetap memiliki batasan pengetahuan. Dan kapasitas kami tetap lah di bawah manusia. Sebab manusia adalah kapasitas makhluk tertinggi di depan Sang Pencipta. Karena kesombongan manusia lah yang membuat diri mereka jadi lebih rendah." Sambung Ki Saman. "Karena itulah terpilih kunci pembuka Thesaurus Bondo adalah manusia. Jika kalian gagal mendapatkan kunci nya. Maka akan terjadi perperangan besar. Sebab penggalian terus di lakukan dalam situs itu. Yang nanti suatu saat mereka akan menemukan harta itu." Sambung nya. "Jika ada yang menemukan harta itu serta buku yang berisi petunjuk tentang tekhnologi canggih, Akan terjadi perperangan besar. Lautan darah dan api, Anak-anak akan kehilangan bapak nya. jutaan manusia akan menderita. Akibat dari keserakahan manusia itu sendiri. Karena mendapatkan harta tak bertuan. Sisi lain nya, tekhnologi akan semakin canggih, manusia akan melupakan Tuhan nya. Akibat nya Alam dan Tuhan akan marah. Bencana demi bencana akan terjadi. Bumi akan di landa musibah berkepanjangan." Kata Ki Saman Aku agak ngeri mendengar nya. "Karena itulah peran kalian disini sangat lah penting. Kalian harus menemukan kunci-kunci nya." Ucap Ki Saman. "Apakah Ki Saman bisa memberi petunjuk dimana kami harus mencari Kunci-kunci itu ki.?" Tanya ku. "Seperti yang aku katakan tadi. Kami memiliki batasan pengetahuan. Kami tidak bisa melihat siapa mereka. Hanya kalian lah yang akan melihat nya. Itu akan kalian lihat saat kalian mandi di sungai ajaib." Ucap Ki Saman. "Lalu dimana sungai ajaib itu tempat yang tepat nya ki."Tanya ku. "Sebelum pertanyaan aku jawab, Kalian silahkan makan dulu. jangan cemas. makanan dan minuman disini adalah sesuai dari dunia kalian masing-masing. Silahkan makan dulu..." Ucap Ki Saman mempersilahkan menyantap hidangan di depan kami. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Pangeran merah akhirnya mendarat dalam keadaan menyembah di dalam sebuah goa. Goa ini memancarkan cahaya suram. Goa ini cukup lebar, di tengah goa terdapat batu hitam pipih sebesar meja. Langit-Langit goa di penuhi batu-batu runcing. Dinding goa di penuhi lobang sebesar kepala manisa. Dari dalam lobang sesekali terdengar suara ngik..ngik.. "Pangeran Merah, silahkan berdiri..." Ucap sebuah suara. Suara itu keluar dari makhluk yang tiba-tiba telah berdiri di depan pangeran merah. Suara yang sangat berwibawa membuat Pangeran Merah segera berdiri. "Sahabatku Ronggo segerahlah berubah kewujud asli mu." Ucap makhluk yang berdiri di depan Pangeran Merah. Makhluk itu seperti terdiri dari api. Ini lah makhluk yang paling di takuti. Raja dari raja kegelapan. Raja Neraka. " Baik Raja Neraka." Ucap suara dari Pedang Ular Hitam. Sejenak kemudian Pedang Ular Hitam, di selimuti kabut tebal warnah merah. Setelah kabut menghilang, disana telah berdiri seorang laki-laki separoh baya. yang memakai baju hitam. Wajah laki-kaki ini terlihat Tampan dan gagah. Namun sinar matanya terlihat bengis dan kejam. Itulah ki Ronggo jelmaan dari Pedang Ular Hitam. Ki Ronggo membungkuk memberi hormat kepada Raja Neraka. "Berdiri lah sahabatku.." Ucap Raja Neraka. "Sekarang kau Pangeran Merah, ceritakan kisah mu hingga kesini. Jika terdapat kebohongan dalam ceritamu. Maka kau akan mati" Ucap Raja Neraka. Mendengar itu Pangeran Merah menggigil ketakutan. Sebab dia tahu, makhluk di depan nya sekarang, bukan makhluk sembarangan. Makhluk yang sangat sakti dan sangat kejam. Ancaman nya bukan ancaman main-main, bukan gertakan saja. Pangeran Merah menghirup nafas dalam-dalam mengumpulkan keberanian nya. "Awalnya saya menyukai wanita negeri sibunian, Dia wanita yang cantik, Putri dari Raja kerajaan Kobundokok. Saya datang kekerajaan nya untuk meminang nya. Tapi saya di tolak mentah-mentah." Bergetar tubuh Pangeran Merah menahan marah, terbayang saat dia di tolak. "Kemudian saya pulang ke kerajaan saya. Kerajaan siluman gunung ngaitampang. Ayah saya adalah Raja disana. Saya meminta ayah untuk memerangi kerajaan sibunian itu. Tapi guru ayah juga sekaligus guruku, melarang kami untuk memerangi kerajaan itu. Sebab kekuatan dari kerajaan itu sungguh besar. Sehingga saya di utus guru kami yang namanya Nyi Bungkuk untuk menemui Ki Mayit. Dalam tujuan dan tugas yang saya emban membebaskan Pangeran Durjana. Namun saya harus mandi di Sungai Hitam Abadi." Sambung Pangeran Merah. "Sesuai petunjuk dari ki mayit, nyi bungkuk, Pedang Ular Hitam dan Cermin ajaib lah, hingga saya sampai ke sini." Sambung Pangeran Merah sambil memberikan cermin ajaib ke Raja Neraka. Raja Neraka kemudian mengambil cermin itu. "Hmm..Aku melihat kejujuran dalam cerita mu." Ucap Raja Neraka. "Suiiiiiitt..." Tiba-tiba Raja Neraka mengeluarkan suara suitan panjang dan keras. "Ngik...ngik...ngik.." Dari lobang du dinding berlompatan keluar Tengkorak seperti tengkorak manusia. Sambil bersuara ngik, hingga ruangan goa itu menjadi Riuh. "Kalian segera cari makanan untuk tamu kita, dan bawa buah api kesini." Perintah Raja Neraka. "Ngiiik..."Jawab makhluk tengkorak serentak. Kemudian berlomopatan keluar goa. Tidak terlalu lama,makhluk tengkorak kembali dengan membawa berbagai macam makanan yang di pegang dengan mulut nya. Raja Neraka bertepuk satu kali. Dinding di depan nya tiba-tiba terbuka. "Mari ikut saya."Kata Raja Neraka. Pangeran Merah, Ki Ronggo dan makhluk tengkorak segera mengikuti nya. Dalam ruangan itu, hanya terlihat meja panjang dan kursi dari batu yang jumlah nya lima buah kursi. Makhluk tengkorak berlompatan ke atas meja. Sambil membawa makanan. Yang terakhir melompat ke atas meja adalah yang ukuran agak besar. Yang di bawa nya cukup aneh. Benda sebesar ujung kelingking menyala seperti api. Setelah semua di letakan di meja. Makhluk Tengkorak berhamburan pergi. "Makanan ini aku ambil dari alam manusia yang memberikan sesajen. Silahkan di makan." Kata Raja Neraka. Tanpa menunggu lama, Pangeran Merah segera menyantap makanan itu. "Sahabat ku Ronggo silahkan makan juga. Disini kamu sama seperti makhluk lain nya." Ki Ronggo memahami kesaktian Raja Neraka, dan percaya. Segera Ki Ronggo menyantap hidangan itu. Setelah selesai makan, Raja Neraka mengambil Buah aneh di atas meja. "Kamu Pangeran Merah, harus memakan buah api ini. Jika tidak, kau akan mati sebelum menemukan Sungai Hitam Abadi." Kata Raja Neraka. Sebenar nya Pangeran Merah agak ragu memakan buah itu. Namun, jika dia menolak pasti dia akan di bunuh. Pangeran Merah mengambil buah itu dan menelan nya. Pangeran Merah merasakan tubuh nya seperti di bakar. "Aaahhhhh..." Pangeran Merah berteriak kesakitan. "Ha..Ha..Ha.." Tawa Raja Neraka dan Ki Ronggo menggema. Mereka seakan menonton suatu yang sangat lucu. Tawa berkekuatan tinggi itu, menggetarkan ruangan seluruh goa. Karena tidak tahan dengan rasa panas yang luar biasa. Pangeran Merah jatuh pingsan. Cukup lama Pangeran Merah pingsan. Setelah siuman dia merasakan tubuh nya menjadi sangat ringan. "Kau telah memakan buah api, di tempat sedingin apapun kau tidak akan merasa dingin lagi." Ucap Raja Neraka. "Sekarang kau dengar baik-baik, Sungai Hitam Abadi itu, jalan nya harus melalaui Iblis Ular Batu. Mulut ular itu selalu tertutup, untuk membukanya kau perlu batu Mata Ular ini." Ucap Raja Neraka sembari memberikan sebuah batu warna hijausebesar tinju orang dewasa kepada Pangeran Merah. "Nanti kau pasangkan batu ini di mata ular itu. Maka mulut nya akan terbuka. Segera kau masuk kedalan mulut nya. Di saat kau melewati tenggorokan nya, kau akan merasakan dingin luar biasa. Tapi kau telah memakan buah api, kau akan selamat. Saat kau melewati air dalam perut ular itu kau akan di gigit puluhan bahkan ratusan ular berbisa. Untuk itu, kau harus membawa Ki Ronggo. Karena hanya Ki Ronggo yang mampu menolong mu. Dia adalah racun di atas racun.Jika kau hidup dan mampu mandi di sungai hitam. Maka tubuhmu adalah racun. Apakah kau mengerti." Tanya Raja Neraka. "Mengerti ki, kemana saya harus mencari Iblis Ular Batu ki.?" Tanya Pangeran Merah. "Cermin ajaib akan menuntun mu.." Jawab Raja Neraka. Kemudian Raja Neraka bertepuk tiga kali. Tiba-tiba dinding di samping mereka membuka seperti pintu. Dari sana keluar perempuan cantik yang seksi. "Silahkan bersenang-senang, kumpulkan peluh kalian untuk menambah peluh cinta. Dan sahabat ku Ronggo, Kau bisa menikmati perempuan itu di dalam goa ini. Ha...ha...ha..." Ucap Raja Neraka, kemudian menghilang. Di dalam ruangan itu hanya tersisa suara jerit kenikmatan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN