Setelah kejadian di istana beberapa waktu lalu. Aku di latih ayah hampir tidak ada kata istirahat. Seperti pagi ini aku menjalani latihan "Pukulan guntur perkasa".
Untuk menguasai pukulan itu. Aku harus melakukan semedi terbalik selama beberapa jam, Kalau saja aku tak punya tenaga dalam cukup tinggi mungkin harus semedi terbalik beberapa bulan mungkin juga tahun.
Saat semedi aku harus memusat kan tenaga dalam ke tanganku.
Aku memusatkan tenaga dalam ke tangan kanan, Aku merasakan panas ditangan kanan ku. Namun aku harus menahan tenaga ini agar tidak terlepas dari tangan ku. Sampai aku merasakan dingin seperti es.
Aku merasakan sangat sulit menahan tenaga di tangan kanan ku. Aku berusaha keras
Tenaga yang panas seperti bara tadi. Perlahan berubah sedingin es.
Saat kena sinar putih dari tangan ku, batu itu hancur berkeping-keping.
Inilah kelebihan pukulan guntur perkasa. Bisa melepaskan dua pukulan berbeda saat waktu hampir bersamaan.
Saat aku sedang fokus latihan di lapangan khusus keluarga Raja. Tiba-tiba nongol wajah Domo.
"Tuu..tuu.." Ucapnya.
"Tuak" Jawab ku.
""Tuan Putri se...se.." Sambung nya
" Semak" Ucapku
"Se..sebaiknya ke istana" Sambungnya.
"Kenapa Domo?." Tanyaku.
"A..a.." jawabnya.
"Api.."
"Buk..bukan, A..ada pangeran me..merah" Jawab nya
Apa lagi ini, kenapa dia keistana ku. Aku penasaran juga. Akhirnya aku pulang ke istana.
*************************************
Sementara itu, di kerajaan Kobundokok terlihat iring-iringan segerombolan rombongan semuanya berpakaian merah.
Dari ciri-ciri rombongan sudah bisa di pastikan rombongan dari kerajaan Ngaitampang.
Sebuah kerajaan Aneh di negeri ghaib. Konon pangeran nya menyukai warna merah. Itulah sebab nya di negeri Ngaitampang wajib memakai nuansa merah.
Di tengah iringan tersebut, ada tandu yang bisa muat satu orang.
Di gendong oleh empat orang berbadan kekar. Dalam tandu tersebut pasti adalah orang penting. Tandu itu terlihat cukup mewah.
Sesampai di gerbang istana. Beberapa prajurit merah berjalan menuju penjaga istana.
Dan seperti berbicara kepada penjaga. Tidak lama kemudian, iringan itu di persilahkan masuk istana.
Sebagian prajurit menunggu dan berjaga di luar istana. Yang memiliki pangkat agak tinggi mengikuti seseorang yang baru keluar dari tandu memasuki istana.
Pemuda yang barusan keluar, memiliki jidat besar,mata besar, muka besar, siapa lagi kalau bukan pangeran dari kerajaan ngai tampang. Pangeran Hawi lebih di kenal Pangeran Merah.
Pangeran Merah melangkah ke dalam istana dengan gagah dan tampak sangat percaya diri, Meskipun kesan sombong jelas terlihat. Namun di akui langkah nya cukup gagah.
Di lain sisi, Shiva baru masuk istana melalui jalur ghaib.
Shiva menguping pembicaraan antara pangeran dengan ayah nya.
Kalau ini hanya urusan kerajaan Shiva gak masalah. Yang di takutkan nya, Adalah pangeran merah melamar dia. Sebab dari mata pangeran merah saat pertama jumpa, dia tahu kalau pangeran memiliki rasa kepadanya.
"Selamat siang sang Baginda Raja agung kerajaan Kobundokok, saya pangeran Hawi anak dari raja kerajaan Ngaitampang, meminta waktu kepada Baginda Raja, untuk keperluan yang penting." Ucap pangeran.
Meskipun terlihat menghormat sambil membungkuk. Terkesan malas dan sombong juga angkuh nampak di wajahnya. Sang raja tahu, tapi sebagai raja bijaksana, bagi nya tidak menjadi masalah.
"Selamat datang di kerajaan kami pangeran, mari kita keruang perundingan" Ajak raja.
Pangeran dan raja berjalan ke arah ruangan yang di sebut ruang perundingan. Ruangan yang di pakai sewaktu perundingan waktu masalah Frangky dan Shiva.
Shiva mengintip dari kamar nya melalui jalur ghaib. Dia muak melihat gaya dari pangeran merah. Akhirnya dia putuskan berhenti mengintip pembicaraan antara ayahnya dengan pangeran. Dia berfikir lebih baik dia mengintip Frangky saja. Mana tahu Frangky lagi melakukan sesuatu.
************************************
Aku sangat rindu sama Frangky. Aku merapal mantra dan mengedipkan mata beberapa saat. Tiba-tiba muncul wajah tua berambut putih jenggot putih di jalur ghaibku.
"Ho..ho..ho.. jangan suka ngitip Putri. Orang yang suka gintip bakal bi.." ucapnya.
Siapa lagi kalau bukan Ki Hurib. Kesaktiannya mampu mengambil alih jalur ghaibku. Bahkan mampu untuk berbicara padaku.
" Bingung ki" jawab ku.
" Salah bukan bingung tapi bisul" Jawab nya sambil cengengesan.
Kakek satu ini memang suka cengengesan.
Namun masalah ilmu, baik di ghaib atau dunia nyata sangat sulit mencari tandingannya.
Setahu aku hanya dia yang pernah mandi dan minum di sungai ajaib itu. Sungai yang mampu membuat orang bisa sakti dan panjang umur.
"Maaf ki aku hanya merindukan nya" Ucapku malu.
"Tuan putri harus sabar dan jangan mengganggu konsentrasi Frangky dalam latihan, sebab jika dia terganggu bisa ba.." Ucapnya
" Bahagia " Jawabku.
"Bahaya" Katanya.
"Sekarang saya putuskan komunikasi dulu, selamat ting.."
Ucap nya sambil melambaikan tangan. Tiba-tiba jalur ghaib ku terputus sebelum aku menjawab kata-katanya yang di gantung.
Aku jadi sebel dan kesal, Aku hanya ingin lihat wajah Frangky saja salah.
"Tu..tu..tuan Put..put. "
Tiba-tiba suara di depan pintu kamarku. Siapa lagi kalau bukan yang buat sebel. Si Domo. yang put..put..put.. gak habis-habis sampai aku buka pintu.
"Ada apa Domo...?" Tanya ku.
"Tuan put..put.."
"Pat..put...pat..put, kamu ngomong apa sih...?" Tanya ku jengkel.
Biasa nya aku selalu santai menghadapi gagapnya. Gagap bukanlah kehendek dia.
"Ma..maaf Tut..tut..tuan putri. Di..pang..gil raj..raja." Ucap nya susah payah.
Aku menghepaskan nafas. kemudian aku berjalan ke ruangan tempat ayah. Saat baru sampai di pintu ruangan. Pangeran merah menatap ku buas. Seakan mau memakan ku saja.
Aku semakin kesal dengan kejadian ini.
"Ayah memanggilku..?" Tanyaku menatap ayah.
Ayah menghirup nafas dalam-dalam. Sesaat dia menatap aku.
"Nak.." katanya.
Ayah terdiam sesaat seakan memikirkan cara yang terbaik untuk menyampaikan padaku.
"Tadi ayah lama berbicara dengan pangeran Hawi." Ucap ayah.
"Beliau meminta engkau menjadi istri nya. Ayah tentu saja tidak bisa memutuskan nya. Ayah meminta waktu, tapi Pangeran Hawi memaksa untuk menjawab sekarang. Ayah sebagai orang tua tentu memberikan keputusan nya padamu" Ayah menatapku.
Kelihatan di wajah ayah sebenarnya kesal. Pangeran jelek ini memaksakan kehendaknya. Dia pikir apapun yang dia inginkan harus di dapatkan, tanpa peduli perasaan orang. Dasar pangeran jelek. Aku semakin jengkel saja.
"Apapun keputusan mu nak, ayah akan dukung. " Ucap ayah.
Seperti sebuah kode bagiku untuk menolak pangeran jelek ini.
"Maaf ayah aku belum siap untuk menikah" Jawab ku singkat.
"Kenapa bidadariku. Aku punya kekuasaan, percayalah engkau akan bahagia." Sela Pangeran Merah.
"Aku sudah punya calon suami." Jawab ku kesal.
"Siapa dia, tak boleh siapapun memilikimu. Engkau adalah milikku" Ucap nya dengan nada kasar.
"Cukup pangeran Hawi, engkau sudah mendengar jawaban anakku." Kata ayah
"Baginda Raja.. penolakan ini adalah suatu penghinaan bagiku" Katanya.
"Aku adalah anak seorang raja dari negeri Ngaitampang. Berani sekali kalian menghinaku." Ucap nya.
"Aku adalah Raja di negeri ini. Disini aku lah yang berkuasa. Disini adalah peraturanku yang berlaku" Kata ayah sambil berdiri.
Pangeran Merah yang sudah di kuasai marah ikut berdiri. Terlihat tangan nya memerah seperti bara hingga siku. Sepertinya perperangan akan terjadi.
"Ho..ho..ho.. Berhenti pangeran merah. Jangan lah ber pe.."
Sebuah suara terdengar, di susul muncul ki Hurib di antara mereka.
" Jangan berperang, Sekarang kau pulang kekerajaan mu. Bilang sama ayahmu Aku Si Hurib kirim salam." Ucapnya sambil meniup tangan pangeran merah.
Tangan pangeran merah yang tadinya seperti bara, sekarang normal kembali karena tiupan Ki Hurib.
Seperti ada kekuatan dalam perkataan Ki Hurib, sehingga membuat pangeran merah pergi bersama rombongan nya.
"Tadi tuan putri ingin mengintip Frangky, jadi saya blok aja penglihatan ghaibnya. Saat itu, saya lihat ada pangeran merah disini. Saya ikuti saja pembicaraan ka.... Kata Ki Hurib menggantungkan kata-kata seperti kebiasaan nya.
"Kalau" Jawabku,,
"Kalian" sambungnya.
"Bagaimana ini guru, sepertinya perang akan terjadi." kata ayah resah.
"Jangan risau, Raja Ngaitampang akan berpikir seribu kali untuk memerangi negeri ini, cuma tuan putri harus ha.." jelas Ki Hurib.
"Harus Ki" Jawab ku asal.
"Harus hati-hati, ho..ho.." katanya
Kejap kemudian dia menghilang.
Ayah menghela nafas panjang, kemudian melangkah kedalam. Aku juga berjalan menuju kamar ku.
*************************************
Di kerajaan Ngaitampang terlihatPangeran Merah menemui ayah nya dengan kesal.
Sepanjang perjalanan rasa marah membakar dadanya. Ingin rasanya dia membunuh Shiva dan Raja, bahkan semua penduduk Kobundokok. Berani sekali mereka menolak lamarannya, selama ini apapun ke inginannya dia dapatkan.
"Ayah aku malu, Raja dan keluarganya menghinaku" Ucap nya.
"Apa yang terjadi? " Tanya ayah nya.
Lalu pangeran merah menceritakan semuanya.
"Berani sekali mereka, Kita perangi negeri mereka" ucap ayah Pangeran Merah marah.
"Kik..kik..kik.. Jangan gegabah baginda Raja.." Sebuah suara serak mengagetkan.
Tiba-tiba saja ada nenek-nenek bongkok, yang muka nya warna hitam. Mungkin di kerajaan ini cuma dia sendiri yang tidak memakai bedak merah.
Nenek ini sebagian rambut nya telah memutih dan acak-acakan. Dia berdiri di topangi tongkatnya berkepala tengkorak kambing. Wajah nya mirip dengan manusia dan berpakaian hitam.
Di samping si nenek ada makhluk hijau setinggi tiga meter. Bertaring runcing yang mencuat dari bibir bawah nya. Berambut gimbal dan matanya merah seperti darah.
Saat nenek ini muncul, ruangan terasa lebih panas dari sebelum nya. Menandakan tenaga dalam si nenek telah mencapai tingkat tinggi.
"Apa maksud guru? " Tanya Raja Ngaitampang.
"Bodoh, Apa kau tidak tahu di sana ada si Hurib. Kesaktian kalian tak akan mampu menandinginya. Jangankan kalian aku saja belum tentu mampu melawannya. Di tambah lagi dengan kerajaan si bunian lainnya yang akan mendukung kerajaan nya. Sementara kerajaan kalian hanyalah siluman kecil" Ucap nya.
Ternyata dia adalah guru besar dari kerajaan ini, kerajaan Siluman Gunung.
Konon kisahnya, Nyi Bungkuk dulunya adalah seorang wanita yang cantik jelita dan baik hati di kampungnya. Suatu hari dia menjadi korban p*********n dari beberapa laki-laki bejad. Dia sangat dendam kepada laki-laki itu, sehingga dia bersemedi di sebuah bukit dan mengabdi kepada iblis untuk membalaskan dendamnya. Setelah dendamnya terbalas, Dia menjadi guru para siluman termasuk siluman gunung ini.
"Lalu apa yang harus di lakukan guru..?" Tanya Pangeran Merah.
"Jika kau ingin membalas dendam, bebaskan pangeran Durjana dari penjaranya" Ucap Nyi Bungkuk.
"Dimana pangeran itu guru" Tanya Pangeran Merah.
" Pangeran Durjana ada di sebuah situs tua bernama Thesaurus Bondo. Situs itu telah berumur ribuan tahun. Pangeran Durjana tercipta dari kesombongan manusia saat itu, dan terjebak dalam batu hitam mustika setan. Kau harus membebaskan nya!"
"Dimana letak situs itu guru?" Tanya Pangeran Merah.
"Dalam gunung di pulau seberang. Kau tidak akan bisa membuka situs itu, dan lagi kau harus menambah ilmu" Ulas nya.
"Hmmm... Besok matahari akan gerhana. Kau pergilah ke lembah Tandus Hantu, temui Ki Mayit disana. Lihat kan kalung ini, sampaikan sama dia kau adalah utusanku."
Nyi Bungkuk menengadahkan tangan nya ke atas. Tiba-tiba saja ada sebuah kalung dari kayu berada di tangan nya, kemudian kalung itu di serahkan ke Pangeran Merah.
"Dimana letak lembah Tandus Hantu itu guru?" Tanya Pangeran Merah.
"Letak nya ada di perbatasan alam
ghaib dan nyata. Kau hanya bisa menemukan lembah itu lewat alam nyata" ucapnya.
"Pergilah ke utara, nanti bila kau jumpa bukit yang tidak di tumbuhi pepohonan, naiklah ke puncak bukit itu. Lalu kau berjalanlah ke arah Barat. Ingat saat di puncak bukit kau harus ke alam manusia" Lanjut nya.
"Saat matahari di puncak gerhana, maka lembah itu akan mengeluarkan warna merah. Itu akan terlihat jika kau di alam manusia dan memakai pandangan ghaib" jelas Nyi Bongkok.
"Kenapa tidak bisa lewat alam ghaib guru..?" tanya Pangeran Merah.
"Lembah itu tersembunyi dari ghaib dan nyata. Hanya itulah satu-satu nya cara kesana, Apa kau mengerti?" Tanya Nyi Bongkok.
"Mengerti guru" ucap Pangeran Merah sambil membungkukan badan.
"Bagus..bagus..kik..kik.." Ucap Nyi Bongkok. Saat suara tawa nya hilang dia pun menghilang.
Esok nya, sebelum matahari keluar dari peraduan. Pangeran Merah telah melangkah keluar dari Istana. Dengan semangat menggebu Pangeran Merah menuju Utara, mengikuti petunjuk Nyi Bongkok.
Kali ini dia pergi tanpa pengawal, memilih jalur ghaib dan mengejar waktu. Menurut jam manusia matahari akan gerhana total jam 11 siang ini. Sebelum gerhana terjadi dia harus sampai disana.
Setelah cukup lama berjalan, akhirnya Pangeran Merah melihat sebuah bukit dari kejauhan, tanpa ada satupun pepohonan disana.
"Pasti ini bukit yang dikatakan guru" Ucapnya dalam hati
Pangeran Merah mempercepat gerakan nya. Kini dia telah berada di kaki bukit. Jangan kan pepohonan, lumut pun enggan hidup di bukit ini. Hanya lebah yang bersarang, sehingga bukit ini terlihat menguning karena tetesan madu lebah.
Pangeran Merah mencoba mencari jalan ke puncak bukit. Namun dia tidak menemukan nya. Akhirnya dia memakai ilmu peringan tubuh.
Sampai di dekat puncak bukit, dia seperti di tahan sebuah tenaga raksasa. Dan dia terhempas ke tempat semula.
Pangeran Merah mencoba lagi, terus terhempas lagi. Begitu terus kejadian berulang-berulang. Semua badan nya sudah terasa sakit.
"Bukit kurang ajar, terima lah pukulan ini. Hiaaa...." Teriak nya.
Dengan penuh kemarahan dia mengerahkan tenaga sakti inti api ketangan nya. Dari ujung jari sampai siku terlihat warna merah membara di tangannya. Dia lepaskan pukulan inti api ke puncak bukit. Berharap yang membentengi puncak nya hilang.
Namun pukulan itu tidak mengenai apapun, seperti menebas angin. Keputusasaan mendarat juga di hatinya. Sebentar lagi gerhana akan datang. Sementara dia belum dipuncak bukit.
Gerhana ini hanya terjadi lima puluh tahun sekali. Pangeran Merah tidak mungkin menunggu lima puluh tahun lagi. Pangeran Merah tidak akan sanggup menahan dendam selama itu.
Saat di tengah keputusasaan itu, dia ingat kata-kata gurunya. Dia harus lewat alam nyata.
Dia merapal mantra menampakkan dirinya di alam nyata. Andai saja ada orang yang lihat saat itu pasti pingsan. Pangeran merah tidak menjelma. Tapi mewujudkan diri aslinya. Untung nya, pertengahan bukit itu tidak mungkin di capai manusia biasa. Hanya orang yang berilmu tinggi yang mampu mencapainya.
Pangeran merah sesaat berkeliling mencari jalan menuju puncak bukit.
Tidak lama kemudian, dia menemukan sebuah celah yang ada seperti anak tangga menuju puncak.
Perlahan dia menjejakan kaki di anak tangga tersebut. Baru beberapa langkah, Puluhan ular keluar dari lobang bebatuan di dinding celah.
"Ular-ular b******k" Makinya.
Pangeran merah sempat bergidik ngeri. Kalau dia tergigit ular, pangeran merah harus mengobati dirinya di alam ghaib. Di alam nyata ini pangeran merah butuh tenaga yang banyak. Karena beda alam tenaga nya seperti di kuras habis.
"Aku akan pakai ilmu peringan tubuh melewati ular ini" Bisiknya dalam hati
Pangeran Merah mencoba memakai ilmu meringan tubuh nya. Ternyata bisa di pakai di alam nyata. Pangeran merah mengempos diri nya sekuat tenaga.
Tubuhnya seperti melayang bagaikan burung walet. Sesaat kemudian sampai lah dia di puncak bukit. Tenaga yang menghalanginya tidak terasa lagi.
Ternyata saat menjelma di alam nyata, pagar ghaib tadi tidak lagi terasa.
Pangeran merah merasakan tubuhnya sangat lelah. Dan nafas nya mulai sesak. Seandai satu jam lagi Pangeran Merah berada di alam nyata. pangeran merah akan mati. Alam manusia membuat nya menjadi lemah.
Pangeran merah harus kembali lagi ke alam nya. pangeran merah merapal mantra. Aneh, dia tidak bisa kembali ke alamnya. Dia merasa cemas. Apakah dia menyerah saja. Kembali ke bawah. Dan melupakan segalanya.
Tapi perasaan dendam dan sakit hati ditolak oleh Shiva, membuat pangeran merah mengkokohkan niatnya.
Dari kejauhan, ke arah barat, pangeran merah melihat ada batu hitam. Pangeran merah mendekati batu tersebut. Batu selebar kursi dan setinggi kursi itu dia duduki membelakang ketimur.
Pangeran merah memejamkan matanya untuk bersemedi.
Belum berapa lama bersemedi, Pangeran Merah merah merasa tiba-tiba saja gelap.
Pangeran Merah membuka matanya. Pangeran Merah menatap langit. Matahari sudah sepenuhnya gerhana.
"Inilah saat nya" Ucapnya dalam hati.
Pangeran merah menyipitkan matanya memakai pandangan ghaib menatap fokus ke dalam lembah. Di dasar lembah tampak sinar merah makin lama makin jelas.
"Kata guru itulah gerbangnya" Bisik hatinya.
"Sekarang bagaimana cara mencapai lembah itu". Kata Pangeran Merah kepada diri nya sendiri.
Jika dia turun lagi. Belum tentu pangeran merah menemukan lembah tersebut. Atau dia menemukan nya, gerhana berlalu.
Pangeran Merah mendapat sebuah ide. Dia akan membaca mantra menuju alam perbatasan. Saat mau selesai mantra nya dia akan terjun kelembah itu.
Jika dia berhasil maka tubunya aman dan tidak akan terjadi apa-apa. Sebab pada prinsipnya dia bisa mengendalikan beratnya dengan tenaga penuh di alam perbatasan. Karena alam perbatasan hampir sama dengan alam dia.
Tapi jika dia gagal, tamat lah riwayatnya. Sesaat keraguan datang. Tapi saat ingat kembali dendam nya tentang penolakan Shiva. Dia memutuskan untuk mencoba.
Andai dia mati, toh mayatnya tidak akan di temukan siapapun.
Perlahan dia merapatkan tangan kedada. Dan membaca mantra. Dengan tekad bulat dia terjun dari puncak bukit ke lembah tersebut.
Pamgeran Merah melihat sinar merah itu terpancar dari mulut goa. Aura kematian begitu besar dari dalam goa tersebut. Pangeran Merah berusaha mengendalikan tubuh nya saat melayang.
Ternyata dia gampang mengendalikan nya. perlahan tenaga nya kembali pulih. Dia terbang kearah goa.
Saat memasuki goa, Pangeran Merah melihat hampir keseluruhan batu di dalam goa berwarna hitam. Sinar merah itu terpancar dari batu itu berwarna hitam.
Itu keanehan dan Keajaiban pertama di dalam goa. Dan aneh nya lagi batu itu hanya akan mengeluarkan sinar cahaya nya saat gerhana matahari.
Perlahan pangeran merah menelusuri goa.
Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba Pangeran Merah menghentikan langkah nya. Di lantai goa, terlihat air berwarna hitam. Seperti kolam menggenang. Pangeran merah mencari batu untuk mengukur kelaman air.
Batu sebesar kepalan tangan di lemparkan ke dalam air.
" Cess..."
Terdengar bunyi suara seperti besi panas di cemplungkan kedalam air. Itu menandakan air nya penuh racun panas yang bisa melelehkan besi.
Kalau dia memakai ilmu meringankan tubuh untuk menyeberangi, rasanya akan berbahaya bagi dirinya. Dia tidak tahu sejauh apa air ini panjang nya. Belum sampai ke ujung nanti tenaga nya udah lemas. Sebab dia merasakan kekuatan sedotan tenaga dari air itu.
Kalau merayap di dinding atau atap goa. Takut nya ada Racun nya. Dia memikirkan bagaimana caranya supaya jumpa dengan Ki Mayit.
Tiba-Tiba gemuruh datang dari mulut goa. Pangeran merah melihat ke arah pintu goa Pintu goa sudah tertutup. Batu besar telah menutupi pintu Goa.
Namun cahaya dari batu di sekeliling nya masih memberikan penerangan dalam goa itu.
"Ternyata pintu goa ini hanya terbuka saat gerhana matahari." Kata Pangeran Merah dalam hati.
"Siapa kau berani masuk ke daerah kekuasaan ku..?" Suara berat terdengar.
Telinga Pangeran Merah seperti di tusuk jarum karena suara itu.
Hatinya berdebar kencang, ketakutan semakin menjadi.
"A..a...aku Pangeran Merah dari kerajaan Ngaitampang. Aku utusan Nyi Bungkuk."Ucap Pangeran Merah.
"Hmm... mana buktinya jika kau utusan nyai.." Ucap suara itu.
Nyi bungkuk ternyata disini di panggil nyai. Pangeran merah mengambil kalung kayu di balik baju nya dan menyodorkan kedepan.
"Ini" Jawab Pangeran Merah.
Kalung itu terasa tiba-tiba panas. Pangeran Merah terpaksa melepaskan kalung itu karena panasnya. Kemudian kalung itu melayang melewati lorong goa di depan nya.
Sesaat sunyi, Pangeran Merah tidak berani bergerak dari tempatnya. Pangeran Merah merasa ketakutan.
"Kau ikuti batu yang menonjol keluar dari dalam air hitam itu. Tapi jangan sesekali kau tersentuh dinding atau air tersebut. Jika kau masih ingin hidup." Suara itu terdengar lagi.
Tapi kali ini suara nya tidak lagi menyakiti gendang telinga Pangeran Merah.
Pangeran Merah bergidik ngeri. Tadi kalau dia nekad terbang dan tangan nya menyentuh dinding. Tamatlah riwayatnya.
Di depan nya keluar batu dari dalam air hitam. Pas seinjakan kaki besarnya, jika tak mempunyai ilmu meringan kan tubuh yang tinggi. Pangeran Merah bisa celaka, Pasti jatuh karena pas-pasan injakan kaki.
Anehnya batu tersebut kering. Seakan tidak pernah tersentuh air. Bahkan warnah merah darah nya, Tidak sedikitpun tertempel air hitam.
PangeranMerah segera memakai ilmu meringankan tubuhnya, dan melayang ke atas batu itu. Baru saja menginjakan kaki di batu itu, batu lain muncul secara tiba-tiba di depan nya.
Pangeran Merah baru mengerti cara kerjanya. Dia melompat ke batu yang baru muncul. Kemudian muncul lagi batu yang lain di depan nya. Terus terjadi berulang kali.
Akhirnya tiba lah Pangeran Merah di sebuah dinding batu.
Kemudian, di tengah-tengah dinding batu itu bergerak keatas. Membuka seperti pintu.
Pangeran memasuki pintu tersebut.
Terlihat disana disebelah kanan diatas batu sebesar meja.Seorang manusia di siksa habis-habisan.
"Jangan kau hiraukan mereka. Mereka itu manusia yang ingin cepat kaya, dan mengganti separoh hidupnya dengan harta." Suara berat terdengar lagi.
Lalu ada kelelawar berkepala manusia dan laba-laba berkepala manusia datang mendekati nya.
"Ikuti kami" Kata si kelelawar.
Pangeran merah hampir tertawa dengar suara cempreng si kelelawar. Gak cocok dengan badan nya yang sangat besar.
Tiba di sebuah ruangan yang di depan nya ada pintu seluruhnya terbuat dari emas, pintu itu terbuka. Pangeran merah dibawa memasuki rungan.
Kelelawar bergelantungan di sebelah kanan dan laba-laba di dinding sebelah kiri. Disana juga ada kelelawar dan laba-laba lain nya. Rupanya mereka sepasang.
Di depan sana ada sebuah kursi besar terbuat dari emas. Dan di hiasi mutiara juga batu berharga lain nya. Di tengah kursi membayang sosok tubuh tinggi besar, makin lama makin jelas.
Akhirnya nampak lah sesosok yang mengerikan. Tubuh setinggi tiga meter bertanduk panjang. Mata merah membara, bahkan seluruh tubuh nya merah seperti bara api.
"Ada keperluan apa kau kesini" Tanya nya dengan suara berat.
Pangeran merah merasa takjub. Kebetulan dia memang suka warna merah. Baginya seperti melihat idola. Tapi jika ada manusia yang melihat makhluk ini, pasti akan pingsan.
" Saya diutus Nyi Bungkuk untuk meminta bantuan ke pada Ki Mayit, apakah Tuan adalah Ki Mayit" Jawab Pangeran Merah agak takut.
"Aku punya banyak nama, Namaku adalah Ki Mayit, Api Samun, Iblis,Jin dan banyak lagi yang lain nya. Akulah penguasa kegelapan di pulau ini. Aku lah yang memberikan harta pada manusia, kemudian di gantikan nyawa. Aku adalah angkara murka" Kata makhluk itu ternyata mempunyai banyak nama. Dan benar dialah Ki Mayit. Raja jin di pulau ini.
"Bantuan apa yang kau mau..?" Tanya kK Mayit.
"Saya ingin menaklukan sebuah kerajaan bernama Kobundokok." Sejenak Pangeran Merah terdiam.
"Kata Nyi Bungkuk, untuk menaklukkan kerajaan itu. Saya harus membebaskan Pangeran Durjana yang terkurung di sebuah batu mustika setan. Saya di suruh meminta petunjuk kepada Ki Mayit." Jelas Pangeran Merah.
"Hmm.. " Ki Mayit hanya angguk kepala.
Tangan nya yang tadi di pangku didada. Sekarang mengarah keatas. Pangeran Merah melihat itu bersiap untuk menerima pukulan.Seluruh ilmu benteng diri di kerahkan.
Kejap kemudian Ki Mayit seakan menggapai sesuatu.
Terlihat sebuah bayangan, makin lama makin jelas. Dan sekarang terlihat sesosok nenek tua bongkok, bertopangkan tongkat tengkorak kambing. Sebagian rambut sudah memutih dan acak-acakan.
"Nyi Bungkuk..." Kaget Pangeran Merah melihat nenek itu.
"Kalau mau manggil aku kasih tahu dulu. Orang lagi enak-enak buang hajad di panggil begini, Untung masih sempat pasang celana. Kalau tidak kan bahaya" Ucap si nenek ngomel panjang pendek.
Ki Mayit tertawa mengekeh, begitu juga dengan siluman laba-laba dan kelelawar. Ruangan itu penuh dengan tawa aneh.
Terlihat mereka sudah sangat dekat. Hanya Pangeran Merah yang masih terdiam.
"Oh kau sudah sampai disini Pangeran Merah. " Tanya Nyi Bungkuk saat menatap pangeran.
"Sudah nyi, tapi kenapa nyi bisa lansung masuk kesini. Sementara saya tidak bisa, dan saya harus taruhan nyawa masuk kesini" Tanya Pangeran Merah.
Pangeran Merah agak kesal. Jika ada jalan pintas, kenapa Nyi Bungkuk memberikan jalan yang panjang dan berbahaya.
"Karena aku di panggil kesini, bodoh. Kalau tidak dipanggil, aku juga tak akan bisa kesini. Hanya makhluk yang di panggil yang bisa ketempat ini" Jawab Nyi Bungkuk.
"Nyai, ini murid mu bukan..? Tadi aku lihat dia mengerahkan tenaga inti api..?" Tanya Ki Mayit.
"Benar ki, apa engkau sudah pikun. Aku sering menceritakan tentang dia kan. Sekarang lah saat nya" Jawab Nyi Bungkuk.
"Makhluk yanh terpilih untuk membebaskan Pangeran Durjana. Tapi untuk membebaskan Pangeran Durjana dia harus mandi di Sungai Hitam Abadi nyai. Dan sungai itu hanya bisa kita lihat di Cermin Peluh Cinta" Ujar Ki Mayit.
"Untuk membuat cermin itu bekerja kita harus melakukan hubungan badan nyai. Dan menampung keringat dan m**i percintaan kita di sebuah wadah" Ki Mayit diam sesaat sambil menatap Nyi Bungkuk dalam-dalam.
"Macam pertama kali saja kita melakukan nya ki. Kan tinggal kita lakukan saja" Jawab Nyi Bungkuk.
"Tapi kau harus berubah ke wujud asli mu nyai. Aku geli melihat wujud mu sekarang. Padahal aku sudah bilang padamu. Kecantikan mu abadi. Bahkan dari awal kamu berguru padaku aku sudah bilang." ucap Ki Mayit.
"Sudahlah ki. aku berubah sekarang. Tapi kamu juga merubah wujud jadi pangeran api"Jawab Nyi Bungkuk.
Pangeran Api adalah nama gelar kebesaran Ki Mayit.
"Baik nyai, Dan kalian siluman laba-laba juga siluman kelelawar. Rubah juga wujud kalian, lakukan juga percintaan di lorong atas" Ucap Ki Mayit.
"Baik ki" Jawab mereka serentak.
Asap hitam menyelubungi mereka. Pangeran merah memperhatikan nya dalam-dalam. Makin lama makin menipis asap itu.
Sekarang Ki Mayit yang tadinya mengerikan bergantikan dengan pemuda berpakaian kerajaan seperti seorang pangeran, berwajah ganteng. Sementara kelelewar dan laba-laba menjadi sepasang pemuda dan pemudi cantik dan tampan.
Nyi Bungkuk sekarang menjadi seorang wanita sangat sempurna kecantikan nya. d**a sekal berisi, pinggul mantap. Wajah yang tadi menghitam sekarang berubah sangat cantik sekali. Kulit yang tadi keriput. Sekarang bergantikan kulit mulus dan putih bersih.
Pangeran Merah terbelalak melihat kecantikan gurunya. Jakun nya naik turun menelan ludah. Sungguh dia tidak percaya jika tidak melihat sendiri.
"Kenapa kau pangeran." Tanya Nyi Bungkuk.
"Dia nafsu kepadamu nyai" Ucap Ki Mayit.
"kik..kik..kik.." Tawa Nyi Bungkuk.
" Ayo nyai" Ajak Ki Mayit.
Kemudian Ki mayit melangkah kearah Nyi Bungkuk yang telah berubah cantik jelita. Ki Mayit tersenyum melangkah sambil mengandeng tangan Nyi bungkuk.
Lalu mereka terbang seakan menembus langit goa. Begitu juga dengan para siluman.
Mereka memang tidak kelihatan oleh Pangeran Merah. Tapi suara mereka kedengaran oleh pangeran merah. Suara jerit dan tawa kenikmatan.
Pangeran merah resah di buat nya, apalagi setelah melihat bentuk asli gurunya. Untuk menghilangkan perasaan risih nya mendengar rintihan nikmat mereka. Pangeran merah besemedi untuk mematikan segala indra nya.
Setelah cukup lama berlalu, Pangeran Merah merasa bahu nya di tepuk. Pangeran Merah kemudian membuka mata. Di depan nya terlihat Ki Mayit dan Nyi Bongkok sudah berganti wujud. pangeran merah melihat ke belakang. Ternyata para siluman pun telah berganti wujud. Ke wujud pertama dia lihat.
Sekarang di tangan kK Mayit terlihat sebuah cawan berisi beberapa tetes air.
" Kau ingin b******a dengan gurumu. Boleh saja tapi jangan coba-coba jatuh cinta. Nanti setelah semedi di batu besar hitam. Kau bisa mencobanya." Kata Ki Mayit
" Kau bersedia Nyai..?"Tanya Ki Mayit.
"Ajarkan dulu dia ilmu merubah wujud baru aku mau" Jawab Nyi Bungkuk terus terang.
Pangeran Merah sebenar nya tersinggung mendengar kata Nyi Bungkuk. Namun Pangeran Merah tak berani melawan.
"Jika kalian b******a maka ilmu tenaga inti api akan makin tinggi. Karena kalian murid dan guru." Jelas Ki Mayit.
"Sekarang kalian ikuti aku." Kata Ki Mayit
Ki Mayit memegang tangan pangeran merah dan Nyi Bungkuk. Kejap berikut nya mereka telah berada di ruangan ukuran empat kali empat.
Dalam ruangan itu hanya berisi sebuah meja. Yang di atas nya ada sebuah cermin. Ki Mayit melangkah mendekati cermin. Dan menuangkan air keringat dan m**i hasil b******a ke atas cermin.
"Cermin ajaibku. Tunjukan padaku dimana letak Sungai Hitam Abadi" Ucap Ki Mayit.
Cermin tersebut seperti melihatkan sebuah gambar. Makin lama makin terlihat jelas. Gambar itu adalah gambar sebuah bukit. Dan di puncak nya ada sebuah goa. Dan gambar itu bergerak seperti masuk kedalam goa.
Goa itu sangat curam sekali. Gambar di cermin seperti bergerak dalam lobang yang curam. Sekitar sepuluh meter terlihat ada sebuah lobang di dindingnya. Memancar kan cahaya suram.
Kejap berikut nya gambar itu menghilang.
"Itu adalah bukit sayang, di puncak nya ada sebuah goa. Kau Pangeran Merah pergilah kesana. Namun sebelum itu kau bersemedi lah di batu besar hitam. Setelah semedi mu selesai kau akan aku ajarkan beberapa ilmu" Ki Mayit terdiam sesaat.
"Tapi semedi ini kau lakukan terbalik, kaki di atas kepala di bawah, apakah kau mengerti..? "Ucap Ki Mayit.
"Berapa lama saya harus semedi Ki..?" Tanya Pangeran Merah.
"Sampai aku lihat kau sudah cukup tenaga dalam inti api " Jawab Ki Mayit.
"Ikuti aku" Ucap nya.
Ki Mayit memegang tangan Pangeran Merah juga Nyi Bongkok.
Kejap berikut nya mereka berada di sebuah batu hitam besar. Berukuran sepuluh kali sepuluh meter. Di bawah batu tersebut ada air hitam menggelegak karena panasnya. Bahkah di atas batu itu sudah terasa sangat panas.
"Disini kau semedi, menghirup inti panas nya air hitam ini" Ucap Ki Mayit. Kemudian dia menghilang bersama dengan Nyi Bungkuk.