SELAMAT MEMBACA *** "Jadi Om sudah menemukan Tari?" Abi tidak mengatakan apapun, dia langsung memeluk tubuh perempuan yang sangat dia rindukan itu. Utari tidak menolak pelukan Abi, dia biarkan Abi memeluknya. Utari hanya menepuk pelan punggung Abi dengan sebelah tangannya karena tangannya yang lain masih memegang cup kopi. "Akhirnya saya menemukan kamu Tari. Teganya kamu sama saya Tari. Apa seperti ini cara kamu membalas perlakuan saya Tari?" Utari dapat merasakan bahunya basah. Apa Abi menangis, apa ini tangisan rindu untuknya. "Kamu pergi selama ini, tidak satu kali pun memberi saya kabar. Apa kamu tau Tari setiap hari saya hidup dalam kubangan penyesalan dan kerinduan." Utari dapat mendengar suara Abi begitu serak. Dia yakin jika laki-laki yang tengah memeluknya ini tengah menan

