BAB 37: PERMAINAN TAKDIR

1205 Kata

SELAMAT MEMBACA  ***  Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Sudah lewat dari waktu pulang untuk Abi. Namun, laki-laki itu sejak tadi hanya berdiam diri didalam ruangannya tanpa melakukan apapun. Sejak tadi dia terus memikirkan ucapan Rinjani, yang selalu mengatakan melihat Utari di Tarah sakit. Tiba-tiba saja Abi teringat obrolannya siang tadi dengan putrinya. Flashback On “Habis makan Jani mau ketemu Bunda,” ucap Rinjani dengan ketus kearah Abi. Abi hanya menatap putrinya dengan sendu, dia tidak mengucapkan apapun. “Apa Ayah tidak percaya dengan Jani? Jani lihat Bunda tadi,” Rinjani kembali menyakinkan Abi. Namun lagi-lagi Abi tidak menjawab. Dia tidak mengatakan Rinjani berbohong, hanya saja akal sehat Abi menolak untuk percaya. “Ayah bukannya tidak percaya dengan Jani. Tapi B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN