SELAMAT MEMBACA *** Rinjani tersenyum saat kakinya sudah menginjak bumi mataram. Dia mengamati suasana bandara internasional Yogyakarta yang pagi itu sangat ramai. Banyak rombongan keluarga maupun individu berbondong-bondong masuk kedalam bandara. Ada juga yang naik atau bahkan turun dari Damri. Rinjani langsung bergegas mencari taksi yang akan mengantarnya kerumahnya di Jogya. Rencananya nanti siang, setelah dzuhur dia akan meminta paman Asep untuk mengantarnya ke lokasi desa tempat Juna bertugas. *** Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1.5 jam dari bandara, akhirnya Rinjani sampai di sebuah rumah dengn halamananya yang luas. Rumah singgah yang menjadi tempat tinggal keluarganya setiap kali mereka berkunjung ke Jogja. Rinjani turun dari taksi setelah membayar ongkosnya. Dia m

