SELAMAT MEMBACA *** Karena lelah menangis Utari lalu tertidur. Sejak tadi Abi terus saja memandangi wajah damai Utari sambil terus mengusap rambutnya dengan pelan. Abi menyesal karena tidak bisa mengontrol emosinya dan membentak Utari hingga wanita yang saat ini tengah mengandung bayinya itu menangis. Cup… Abi mengecup singkat perut Utari, dia membelai-belai perut Utari. Abi merasakan perasaan yang sangat nyaman ketika menyentuh anaknya. Dia ingin selalu merasakannya setiap saat. Apa sekarang Abi mulai memberi tempat di hatinya untuk Utari, entahlah Abi sendiri tidak tau. Yang jelas sampai detik ini dia masih sangat mencintai Naina, istrinya tapi tidak di pungkiri jika dia juga merasa nyaman bersama Utari, istrinya yang ini. Tidak sulit menyukai Utari, karena dia perempuan yang bai

