SELAMAT MEMBACA *** “Yang keras lagi dong Om pijitnya, kok lemah gitu sih…” Utari tengah duduk santai di kursi malasnya sambil memakan buah sedangkan Abi yang tengah berjuang mendapatkan maaf dari Utari kali ini berperan sebagai tukang pijat dadakan. Abi dengan patuh mengikuti semua yang Utari perintahkan. “Buatkan s**u untuk anak Om sana!!” Utari kembali memerintahkan Abi untuk mengambilkan s**u untuknya. Entah sudah berapa kali Utari menyuruh Abi ini itu, dari buah, camilan, pijat kaki, dan ini s**u. Tanpa protes, Abi kembali masuk kedalam rumah untuk membuatkan s**u seperti yang Utari inginkan. Tak butuh waktu lama, Abi sudah kembali lagi dengan segelas s**u di tangannya. Utari menerima s**u pemberian Abi dengan senang hati. Dia langsung meminum susunya sekali tandas. “Enak

