SELAMAT MEMBACA *** Abi benar-benar menepati janjinya. Dia tinggal di Jogya menunggu sampai Utari melahirkan. Abi juga sudah mengambil cuti untuk pekerjaannya di Jakarta. Dia akan menyambut kelahiran anaknya yang tinggal menghitung hari lagi. Perkiraan dokter bayinya akan lahir dalam minggu ini. Abi dan Utari sudah tidak sabar menunggu kedatangan bayi mungil mereka. “Om…” panggil Utari, yang tengah bersandar malas di bahu Abi sambil menonton kartun seperti biasanya. Sedangkan Abi sibuk memotongkan buah untuk Utari. “Hemmm…” “Sebentar lagi anak Tari lahir, Om…” “Anak kita Tari,” potong Abi dengan cepat. “Iya anak kita, Om sudah siapkan nama untuk dia?” tanya Utari. Sejujurnya Utari sudah menyiapkan nama untuk kedua anaknya tapi dia rasa Abi lebih berhak jika Abi sudah memiliki

