SELAMAT MEMBACA *** "Om ini cantikan?" "Menurut Om bagusan biru atau kuning?" "Om kalau sepatu coklat bagus ya untuk cowok. Om memangnya cowok tidak boleh pakai sepatu merah?" "Om ayo bertaruh sama Tari, anak yang Tari kandung ini laki-laki atau perempuan Om?" “Om, Om dengar tidak sejak tadi Tari ajak bicara?” Utari masih terus bertanya sama Abi sambil tangannya sibuk membereskan perelengkapan bayi yang sejak semalam belum sempat dia bereskan. “Om, Om….” Panggil Tari lagi. “Stop Tari!!!” ucap Abi dengan suara kesalnya. “Om kenapa sih?” tanya Utari dengan kesal juga, karena dia merasa di bentak oleh Abi padahal dia merasa tidak melakukan apapun. “Kenapa saya merasa kamu terus saja mengolok-olok saya dengan panggilan Om Tari. Kamu sengaja kan?” tanya Abi dengan sengitnya.

