Ajeng dengan hati-hati membujuk Anung agar menceraikannya dan sebaiknya menikah dengan Hanna. Berulang kali pula Anung meminta maaf dan menyatakan bahwa dirinya tidak akan menceraikan Ajeng sampai kapanpun dan juga tidak mau menikah dengan Hanna. Dia sampai menangis tergugu sambil berlutut di depan Ajeng. Tapi Ajeng sama sekali tidak luluh dengan sikap Anung. Dia ikut berlutut di depan Anung dan berkata, "Mas, Hanna sedang mengandung anakmu." Gemetar tangan Anung mendengar kata-kata Ajeng. Dia memegang wajahnya dan menangis sejadi-jadinya dan menyesali perbuatannya. "Ceraikan aku, Mas. Atau ... aku yang menggugat cerai. Aku tidak akan menuntut apapun. Aku hanya ingin Janu." "Ajeng," isak Anung tak sampai hati. "Mas minta maaf." "Aku sudah memaafkan Mas, sampai kapanpun. Sekiranya Mas m

