Ajeng dan Janu langsung diajak ke rumah Widya sore itu. Di belakang mobil, sudah ada dua tas berukuran sedang berisi pakaian Janu dan Ajeng untuk menginap di sana. “Kan masih banyak pakaian kamu dan pakaian Janu di kamarmu, Ajeng. Kok malah bawa baju segala,” ujar Widya yang duduk di kursi belakang. Ajeng awalnya mau duduk di belakang, tapi Widya menolak dan menyuruhnya duduk di kursi penumpang depan. Dia beralasan khawatir nanti selama perjalanan Lintang pasti melirik-lirik ke belakang dan perjalanan pasti tidak akan menyenangkan. Baju-baju Ajeng memang sangat banyak di lemari pakaian di kamarnya yang berada di rumah Widya. Dulu saat pergi, dia hanya membawa sedikit saja, dia pilih yang dia sering pakai, juga baju-baju Janu. “Nggak apa-apa, Ma,” tanggap Ajeng, dia tidak tahu bagaiman

