Chapter 17 - Disappear El segera menutup mulutnya menggunakan punggung tangan, karena saat ini ia sedang menguap dengan cukup panjang. Untung saja ia sudah sampai di rumah begitu rasa kantuk yang tak tertahankan kembali menyerang. Kemudian ia menaiki satu per satu anak tangga menuju ke arah lantai atas, dan langsung masuk ke dalam kamarnya yang sejak beberapa hari lalu sudah dihuni oleh Yaya juga. Namun, El mendapati sesuatu yang berbeda di dalam kamarnya. Karena ruangan itu terlihat sangat gelap gulita, bukan temaram seperti biasanya. Sehingga ia berjalan ke arah salah satu dinding kamar yang terdapat sakelar, dan seketika kamarnya menjadi terang benderang. “Yaya?” panggil El yang tidak menemukan Yaya di atas tempat tidur mereka, tapi tidak ada sahutan apa-apa. Kemudian El segera m

