Alfa tersenyum.”Iya bisa lah. Lagian, kita kan nolongin orang. Mama selalu mengingatkan bahwa kita harus menolong orang yang kesusahan. Nanti, Bi Asih bisa bantu jagain Keisha sama Karel.” “Mama sama Papa gimana? Kamu harus izin sama mereka, Mas.” Lagi-lagi Alfa hanya bisa tersenyum. Sebenarnya rumah yang ia tempati bersama Delta dan Quin adalah miliknya sekarang. Jadi, kalau pun ia ingin menambah pembantu tak perlu meminta Izin Mama atau Papa. Riri dan James, sudah tinggal di tempat lain, menikmati hari tua mereka.”Iya, sayang.” “Hai... Hai.” Quin datang. “Quin... Kecilin volume suara kamu. Nanti mereka bangun,” kata Alfa mengingatkan. Quin menutup mulutnya, lalu terkekeh.”Maaf, Kak.” “Kalian bawa pesanan kakak?” Tanya Alfa sambil melirik bungkusan yang dibawa Delta. “Iya, bawa. In

