“Makasih, sayang. Tapi, kok ujung-ujungnya enggak enak, ya. Bilang Mas sudah tua.” Alfa terkekeh. “Iya, udah tua, tahu,” kata Melodi geli. Mereka susah tiba di kamar. Alfa langsung mengunci pintu. “Iya, deh, Mas udah tua. Kamu masih muda, masih seksi, masih gemesin, dan pastinya... Masih kuat, kan?” Mendadak Alfa mendorong Melodi hingga jatuh ke atas tempat tidur. “Mas, masih kuat, sih masih kuat. Tapi, masa ngetes kekuatannya pakai dijorokin segala.” Melodi tampak memanyunkan bibirnya dengan kesal. Alfa tersenyum dan naik ke tempat tidur.”Maksudnya... Masih kuat ngelayanin aku, kan? Berapa kali pun yang aku mau.” “Ta-tapi, ini masih jam sembilan loh, Mas.” Melodi membuang wajahnya. “Loh memangnya kenapa. Aku maunya, kan, sekarang. Hadiah ulang tahun,” kata Alfa sambil menenggelamkan

