Dan malam itu Indah melewatkan waktu bersama kakak iparnya. Dia banyak ngobrol dan bercanda dengan Hartuti. Sekitar jam sembilan malam mereka berangkat tidur. Indah berbaring di sebelah Hartuti. Tapi entah kenapa, Indah tak bisa memejamkan matanya. Hatinya gelisah. Dilihatnya kakak iparnya sudah tidur pulas. Indah mendesah nafas panjang. Matanya memandangi langit-langit kamar. Tiba-tiba bayangan wajah Rahman menghiasi pelupuk matanya. Khayalan-khayalan indah hadir menghiasi ruang benaknya. Indah jadi tersenyum-senyum sendiri. Mungkin inilah yang membuatnya sulit tidur. Pikirannya masih dibayangi oleh peristiwa siang tadi. Peristiwa yang tak akan pernah terlupa dalam hidupnya. Yakni bertautnya dua hati yang saling mencintai! Indah mencoba mengusir bayang-bayang yang

