Tapi lain hari Irawan nekad. Saat itu ketika mendatangi rumah Indah suasana sepi. Sementara Indah tampak berbaring santai di kamarnya. Melihat kesempatan ini libido Irawan tak tertahankan lagi. Dia menengok sebentar ke ruang belakang kalau-kalau Bu Wiryono ada. Setelah memastikan tidak ada orang di dalam rumah kecuali Indah, maka diam-diam Irawan memasuki kamar calon istrinya itu. Dia menutup pintu kamar dan kemudian menubruk Indah yang sedang berbaring tertelungkup di ranjang. Indah kaget dan berusaha melepaskan pelukan Irawan. Tapi Irawan tak membiarkannya. Dengan penuh nafsu dia mencumbui gadis itu. “Jangan, Wan… Jangan! Aduh, geli, Wan…!” seru Indah setengah geli setengah meronta. “Ayolah, Indah! Kita kan saling mencintai. Ayo, kita

