"Giovani yang nyuruh kamu untuk datang?" Nino mengangguk dengan tangan yang sibuk menghabiskan sepiring nasi goreng yang tadi mereka beli di jalan. Chelsea berdecak, "Seenaknya aja itu orang main tinggal-tinggal sembarangan. Tadi aku lagi nyarikan cincinnya dia, eh dianya malah ketus dan ngabur." Dengan punggung tangannya, Nino mengelus punggung Chelsea menyabarkan. Setelah menelan makanannya, Nino terkekeh, "Kamu kayak nggak kenal tabiatnya si Gio aja. Otaknya sudah pasti ada di rumah." Chelsea menggelengkan kepala, meminum orange juice yang tadi dibuatnya dengan sekali teguk. Nasi goreng di piringnya sudah habis tanpa sisa. Saat ini mereka sedang berada di apartemen pribadi milik Chelsea. Setelah Gio keluar dari toko perhiasan meninggalkannya di bawah tatapan aneh pramuniaga toko, Ni

