EPS 30

2657 Kata

Angin sore di sekitar area pemakaman berhembus lebih dingin dari yang biasanya. Menerbangkan beberapa kelopak bunga kamboja yang tumbuh mekar di sana. Pada sebuah rasa kehilangan yang dirasakan seorang anak perempuan kepada sang Mama yang harus pergi setelah berusaha untuk menyelamatkannya, Gevancia merasa tangisannya tidak akan sanggup mengikis penyesalannya karena datang begitu amat terlambat untuk bertemu Mamanya. Serena Rosietta Gevancia duduk beralaskan tanah pemakaman di samping pusara Mamanya dan mengelus papan putih yang menuliskan namanya dengan sangat jelas di sana. Geva tidak ingin menahan apapun karena apa yang dia tangisi adalah rasa kehilangannya dan rasa rindunya yang amat besar. "Mam, ini Anabell—" Suaranya serak. Dia memaksakan diri untuk berbicara dan menyapa Mamanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN