Sudah tujuh hari Panji dan Hani dirawat di rumah sakit. Dokter sendiri sudah memperbolehkan suami istri itu untuk pulang. Namun, Panji belum juga chek out. Alasannya tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah uang. Tantri benar-benar tidak bisa membantu. Sementara kedua orang tua Hani adalah seorang yang pengangguran. Kehidupan mereka sendiri ditanggung oleh Panji. Menjadikan beban yang dipikul Panji terasa kian berat. Hanya saja Panji tidak berani mengeluh. Semua sudah menjadi pilihannya. Dulu selagi masih berjaya dirinya pernah berjanji. Dengan jumawa pria itu berikrar bahwa akan terus menanggung kebutuhan sehari-hari orang tua Hani. * Siang itu Hani sedang harap-harap cemas. Pasalnya sebentar lagi perban hidungnya akan segera dilepas. Wanita itu terus saja berisik ketakutan. Membu

