"Eum ... Pak Banyu sudah dapat toko yang dicari?" Rasa tidak percaya membuat Panji mengulang omongan Banyu. Banyu mengangguk pelan. "Iya, yang lalu anak buah saya menemukan sebuah ruko yang sesuai dengan keinginan saya. Ketika saya cek ke lokasi. Saya sangat tertarik." "Tapi ... waktu itu Anda bilang kalo saya harus berpikir matang-matang dulu. Kalo tiba-tiba saya berubah pikiran, Pak Banyu siap menerima," ujar Panji sedikit memprotes. Banyu menatap pria di hadapannya. "Betul, tapi waktu itu saya juga berpesan agar jangan lama-lama berpikirnya bukan?" "Iya saya ingat, tapi satu bulan yang lalu saya dan istri baru saja terkena musibah, Pak. Mobil kami serempetan, beruntung kami selamat. Makanya saya telat menghubungi Pak Banyu," tutur Panji membuat alasan. Banyu menipiskan bibir. "Say

