15. Kado Untuk Layla

1853 Kata

"Maksud Pak Banyu apa?" Panji berlagak polos, "eum ... apa hubungannya saya dengan anak-anak Layla?" Pria itu memaksakan untuk tertawa. Banyu menarik napas. "Saya sedang sibuk, jadi gak ada waktu untuk melayani gurauan Pak Panji," tegasnya tanpa senyum. Tawa sumbang Panji seketika sirna melihat sikap kaku Banyu. Pria yang biasanya bersikap hangat ini tiba-tiba menjadi dingin. "Saya sudah tahu semuanya." Banyu berkata dengan tenang, "baik dari kakak ipar saya, Mbak Seli. Ataupun dari Ibu Hani sendiri," terangnya seraya melirik istri Panji. Panji sendiri merasa sangat malu. Kebohongannya pada Banyu dibongkar oleh istrinya sendiri. Dia merasakan panas pada pipi. "Kalo bukan Ibu Hani yang memohon-mohon dengan menceritakan kondisi kalian yang saat ini, saya juga enggan membeli Layla Bakery

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN