Bab 48

1766 Kata

"Sekarang Pak Panji tiduran dulu,” suruh Pak Ustad sembari mempersilakan, “dan mohon cincin kawin Pak Panji dilepas juga," imbuhnya saat Panji hendak merebahkan tubuh. Panji menurut. Lelaki itu mencopot cincin kawinnya. Dia memberikan benda tersebut pada sang kakak beserta ponselnya. Tantri menerima benda berbahan emas putih serta layar tipis tersebut. Perempuan itu menyimpannya pada tas yang ia bawa. Selanjutnya ia menyaksikan apa yang akan dilakukan Pak Ustad pada adiknya. Panji sendiri mulai merebahkan tubuhnya pada karpet berwarna merah tersebut. Dia perlahan menutup mata. Jujur dirinya merasa cukup tegang. Pak Ustad beringsut. Dia duduk di depan kepala Panji. Dirinya tersenyum melihat kegugupan pada tampang pasiennya. “Pak Panji rileks saja, ya,” saran Pak Ustad kalem, “dzikir a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN