Bab 49

1780 Kata

"Sudah jangan terlalu dipikirkan." Tantri menenangkan sang adik, "ayok temui Pak Ustad. Bilang terima kasih sama beliau," suruh Tantri ngemong. Sewaktu Panji mandi Pak Ustad keluar dari mesjid bersama sang istri. Mereka masuk ke rumahnya. Tinggallah Tantri dengan beberapa karyawannya. Wanita itu sempat diajak masuk sama istri Pak Ustad. Namun, Tantri menolak dengan alasan menunggu Panji. “Ayok, Mbak!” Panji mengiyakan dengan anggukan. Keduanya beranjak meninggalkan mesjid. Namun, saat Panji tengah memakai kembali sepatunya ponsel pria itu terdengar berdering kembali. Panji mengecek layar gadgetnya. Dia mendengkus malas. Pria itu hanya diam membiarkan ponsel itu berbunyi tanpa bermaksud untuk mengangkatnya. Tantri menghampiri adiknya. “Kok gak diangkat? Hani yang telpon?" Dia menebak d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN