"Terus sisa uangnya nanti aku yang pegang juga!” “Tapi, Han, Avanza kita kan rusak parah juga karena dipukul massa. Penyok sana-sini. Duitnya gede buat reparasi,” tutur Panji terlihat keberatan. “Kita kan punya bengkel, Mas. Ngapain pusing-pusing mikirin biaya servis,” tanggap Hani meremehkan, “orang tinggal ditaruh di tempat sendiri aja kok.” “Tapi masa aku gak pegang uang sama sekali. Aku kan butuh modal juga buat gedein toko, Han,” ujar Panji meminta pengertian. “Mas.” Mata Hani menatap Panji dengan tajam. Dan itu sontak berpengaruh terhadap Panji. Pria itu menjadi gugup karenanya, “sisa uangnya mau aku pake buat modal usaha. Kan aku udah sering bilang pengen jualan baju. Gimana sih gak ngerti banget? Kalo bisnis aku sukses, kamu juga ikut kecipratan kok.” “Iya deh terserah kamu.”

