Hani menatap pintu depan dengan gusar. Sudah selarut ini Panji belum menampakkan diri. Dirinya cukup kelelahan menghadapi Zea. Seharian anak itu mencari ayahnya. Hani kian kesal karena Panji sengaja mematikan ponselnya. "Kayaknya Panji gak pulang." Hani bergumam sendiri, "okey ... memang sebaiknya Ajian Jaran goyang harus aku keluarkan," putusnya datar. Hani memang menguasai ajian tersebut. Ilmu itu ia dapatkan dari bapaknya yang kebetulan memang orang yang pintar. Dulu Panji jatuh bertekuk lutut juga berkat ilmu tersebut. Hani menutup tirai. Dia mematikan lampu ruangan. Anak-anak sudah tidur dari satu jam yang lalu. Wanita itu menuju kamarnya. Hani duduk di tepi ranjang. Ia menutup mata. Mulutnya mulai merapalkan mantra. Niat ingsun amatek Ajiku si jaran goyang Gumilang-gumilang A

