"Syaratnya cukup mudah dan murah," balas Banyu tetap bersikap tenang. Manik Banyu menatap lamat-lamat pasangan suami istri di hadapannya itu. Dua pemandangan yang berbeda. Jika Hani terlihat tenang dalam kepura-puraannya, lain lagi dengan Panji. Tampak betul pria itu dilanda risau. "Saya bisa saja meminjamkan uang sebanyak yang kalian pinta tanpa bunga," tutur Banyu dengan lugas, "ingat tanpa bunga!" Iris hitam Banyu menangkap pergerakan pada bibir Hani. Benar ... dalam tangisnya, wanita itu tersenyum. Sedangkan Panji terlihat begitu tegang. Seolah dirinya tengah menanti suatu keputusan berat. "Tapi ... tolong berikan hak asuh Kenzi dan Azriel pada ibunya," pungkas Banyu dengan senyum kalemnya. "Mana bisa begitu, Pak Banyu." Panji langsung menginterupsi. Banyu sendiri sudah menduga j

