Keesokan harinya, Hani mengajak Panji untuk menemui si korban di rumah sakit. Sebagai seorang suami tentu Panji tidak dapat menolak. Dia memenuhi permintaan sang istri meski sebenarnya enggan. Sebelum bertolak ke rumah sakit, mereka mampir dulu ke bengkel untuk melihat Avanza yang kemarin dibawa Atha. Kepala Panji berdenyut pusing. Bagaimana tidak mobilnya rusak cukup parah. Kaca depan dan spion pecah. Sementara kapnya juga penyok akibat hantaman benda keras. Bodynya juga banyak yang lecet. "Ini bisa jutaan habisnya, Han," kesah Panji resah. Laki-lali itu menatap sedih mobilnya. Kendaraan yang ia gunakan untuk menjemput rezeki sebagai supir taksi online. "Sabar, Mas, namanya juga musibah," nasihat Hani mencoba berkata pelan sementara tangannya mengelus lembut punggung suaminya. "Kamu

