24. Tidak Bisa Berkelit

1053 Kata

Hani terjepit. Baik Kenzi maupun Panji sama-sama mencecarnya. Wanita itu menghirup oksigen dalam-dalam. "Stay cool, Hani," batin Hani mengingatkan. EHEM-EHEM. Hani berdeham untuk mengatur strategi. "Mas, kamu itu mau saja dibohongi sama Kenzi, ya," ujar Hani mulai bersikap licik, "dia nuduh aku nyuri duitnya sepuluh juta, emang Kenzi dapat duit dari mana? Kayak kita gak tahu Layla aja. Dia janda. Kerjaan juga cuma asistennya Seli. Gak gede-gede amat gajinya. Enak aja mau fitnah aku," beber Hani seraya melirik sengit ke arah Kenzi. "Sudah kubilang duit yang aku pegang tadi sore itu kepunyaan Ibu Lita," pungkas lihai bermain lidah. Panji menatap Hani. Hati kecilnya membenarkan omongan sang istri. Kenzi dari mana punya uang sebanyak itu. Sementara akhir-akhir ini dirinya jarang kasih uan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN