Bab 42

1718 Kata

"Stop! Stop ... hentikan!” teriak Atha tidak tega melihat gadisnya meraung kesakitan. “Ini maksudnya kumaha atuh?” Si nenek bertanya dengan bingung. “Hentikan urutnya! Aku nggak mau Bela mati,” perintah Atha tegas. Si nenek menatap Atha dengan tajam. Bela sendiri langsung bangkit. Dia menyambar tas selempang yang terletak di sebelah tempat ia berbaring. Gadis itu langsung berdiri di samping Atha. Wajah Bela masih terlihat pucat. Sementara bibirnya juga meringis menahan nyeri. Tangan gadis itu terus mengusap-usap perutnya yang tadi sempat diurut oleh si nenek. “Kita pergi,” putus Atha yakin. Air mata Bela menitik. Gadis itu mengangguk bahagia. Tanpa ragu-ragu dia memeluk belahan jiwanya. “Ayok!” Atha menggandeng tangan Bela untuk keluar kamar. Walau pun masih nyeri, Bela menjajari l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN