20. Karma Dibayar Tunai

1247 Kata

Anak dan ibu itu saling tergelak. Keduanya lantas bertos. "Yodah, Ma, aku mo ngajak si Kenzi pergi. Mama beraksi, ya." "Sip." Hani mengacungkan jempol, "udah sana pergi!" usir Hani ketika melihat Atha berdiri saja. "Duit sini!" Tangan Atha tengadah, "soalnya aku mo pura-pura ngajak dia nyari rujak kesukaan Mama. Kalo gak gitu, susah ngajak dia pergi." Hani cemberut. Namun, dia mengambil dompetnya. Wanita itu menyerahkan selembar uang seratus ribuan. "Biar lama perginya, beliin Mama martabak telor juga, ya!" "Sip, Ma!" Kali ini Atha yang mengacungkan ibu jari. Atha keluar dari kamar ibunya. Dia menghampiri Kenzi. Saudara tirinya itu tengah mabar bersama Azriel. "Zi, temani gue nyari rujak dan martabak kesukaan Mama, yuk!" ajak Atha sok akrab. "Ogah ah! Go food kan bisa," tolak Kenz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN