Part 34

1401 Kata

Sudah sepekan lamanya, Devit tidak satu rumah bersama Juwi. Intensitas bertemunya pun sedikit berkurang. Namun setiap pagi dan malam menjelang tidur, Devit selalu melakukan video call, berbincang dengan Juwi, melepas rasa rindu. Seperti malam ini Devit tengah berbicara dengan Juwi. "Jadi ade ga ikut sahur dong, besok." "Iya, Bang. Alhamdulillah bisa sarapan dan makan siang," ucap Juwi sambil tertawa. "Huu ... Harusnya ga puasa itu sedih, ini malah senang!" "Biarin, Wek!" "Dari kapan?" "Tadi sore pas adzan ashar, Bang." "Mmm ... berarti masih gagal ya?" "Gagal apa, Bang?" "Kasih dede buat Salsa." "Iya, malah ga papa Bang, status kita gini juga ribet, malah kalau hamil statusnya jadi anak di luar nikah, Bang." "Oh, iya pinter kamu De." "Pinter dong, udah dapat transferan kontr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN