Juwi sudah memakai kebaya bertudung hijab yang menutupi kepalanya. Hiasan rangkaian bunga melati menambah anggun wajah Juwi. Hiasan yang natural, membuat Juwi tampak cantik dan mempesona. Juwi beberapa kali melotot melihat dirinya di cermin, beberapa kali menyeringai, cemberut kemudian tertawa. Tampak aneka ekspresi yang ia lakukan, tetap saja wajahnya cantik dan ayu. Persis artis korea yang sedang dipakaikan kebaya pernikahan. Ibu masuk ke kamar Juwi. "Sudah siap?" "Sudah, Bu. Ini ... mmm ... Juwi deg-degan," ucap Juwi sambil menggenggam tangan ibunya. Bu Nur mengusap kedua tangan Juwi. "Ga papa, wajar jika kamu merasa deg-degan. Pertama kamu akan malam pertama lagi, setelah dua bulan dilockdown. Kedua, kamu harus siap bertemu dengan mertua kesayangan kamu. Siap-siap dicakar," bisik

