"Nur, sendal," bisik Pak Aryo saat mereka tengah diperhatikan beberapa warga yang keheranan. "Bodo! Nyeker aja sana!" sahut Bu Nurmala, merasa sangat kesal dengan mantan suaminya ini. Pak Aryo melebarkan senyumnya, pada tetangga yang melewatinya. Lelaki matang, berusia lima puluh empat tahun, dengan memakai kemeja biru dan celana jeans biru tua, berjalan tanpa alas kaki siang bolong, menuju rumah Bu RT. Di depannya sudah berjalan Bu Nurmala dengan wajah ditekuk. Lelaki itu sedikit berjingkat, menahan panas aspal jalan, serta meringis perih karena tidak memakai alas kaki. "Jadi seperti itu ceritanya. Baiklah, tapi menurut saya, Bapak harus menikahi Ibu Nur kembali. Karena pernikahan Bapak dan Ibu terjadi sudah belasan tahun yang lalu. Bahkan Bu Nur telah menikah lagi, dengan almarhum B

