Amy menghabiskan waktu dengan berdiam diri sembari menatap meja kayu depannya. Dia merasa benar-benar seperti berada di sebuah bar. Hanya saja disini pengunjungnya adalah binatang. Setiap dia menoleh, para binatang magis itu berpura-pura melihat ke arah lain, lalu bersiul. Hal ini malah membuat Amy ketakutan setengah mati, pertama kalinya dia melihat ada binatang mamalia yang bisa bersiul layaknya manusia. Dia berusaha untuk menepis rasa takut dan anehnya. Bagaimana pun suatu hari nanti dia akan tinggal dengan para binatang ini. Dengan langkah pelan, dia berjalan mendekati meja para hewan, kemudian ikut duduk bersama mereka. “Hai,” sapanya berusaha ramah. Dia takut dengan monyet, tapi tetap berwajah tegar. “Aku Amy.” Musang berkata, “kau berbau seperti ...” Monyet mendehem untuk mengh

