Sebuah bangunan berbentuk kubah berdiri di antara pepohonan hutan. Seluruh temboknya terbuat langsung dari kayu hidup. Ya, empat batang pohon besar sebagai pondasi, sedangkan ranting mereka membentuk tembok. Ada satu lubang sebesar pintu dan dua yang jendela tanpa daun yang menunjukkan bagian dalam tempat tersebut. Sekilas tempat ini mirip rumah nenek sihir. Di dalam sana semua ruangan dibuat layaknya sebuah bar, banyak kursi, dan meja pesan makanan atau minuman. Kursi-kursinya sudah penuh karena diduduki para binatang seperti musang, tupai, monyet, yang berkumpul dalam satu ruangan tersebut. Pemilik tempat ini adalah seorang peri pohon berjenis laki-laki. Dia memakai jubah hitam dan terlihat sibuk mengobrol dengan para tamunya. Sebagaimana Daireya, pria ini memiliki telinga runcing dan

