Aletta mendorong Javin dengan cepat dan seketika menoleh cepat dan mendapati Nina berada dalam jarak yang dekat dengan mereka. "Tia, kau sudah pulang?" "Aku khawatir denganmu, siapa pria ini?" Nina menatap Javin dari atas sampai bawah. "Saya Javin," Javin mengulurkan tangannya pada Nina dan dengan lembut wanita paruh baya itu membalasnya. "Nina," "Senang bertemu denganmu, Mrs. Nina," "Panggil Nina saja atau seperti Aletta memanggilku tia," "Ya, tia." "Kau tidak membiarkannya masuk?" Aletta menggeram kesal namun tetap mambuka pintunya dan membiarkan Javin tersenyum menang. "Ingin minum sesuatu?" "Tidak usah repot-repot, tia." "Tidak merepotkan, jadi ingin minum apa?" "Apa saja," Javin tersenyum sopan. "Baiklah, Aletta kau bisa berbincang dengan Javin biar aku yang membuat minum

