Aletta membuka matanya cepat, napasnya memburu dan keringat membasahi kening dan lehernya. Mimpi itu, setelah sekian lama mimpi buruknya datang kembali. Aletta merasakan air mata mengalir dari sudut matanya. Semuanya terjadi kembali, de javu. Apa yang dilihatnya tadi malam hampir sama dengan masa lalunya. Aletta berusaha menenangkan napasnya yang memburu, ia mengambil gelas berisi air yang di letakannya di meja dan meminumnya. Sekarang Aletta tidak bisa tidur kembali dan ia butuh pilnya. Ia menarik laci yang berada di dalam lemari yang ia kunci selama Bella berada disini. Aletta yakin Bella akan membuang pil penenangnya jika ia tahu. Aletta memasukan pil ke mulutnya dengan tangan gemetar dan meminum air, Aletta kembali ke tempat tidur. Ia menatap langit - langit kamar dan tidak lama oba

