"Kau masih marah padaku?" Javin menatap Aletta yang sedang membuang muka dengan wajah kesal. Aletta hanya diam tidak menyahut membuat Javin menghela napas. "Aku sudah minta maaf, lagipula apa salahnya jika pramugari itu melihat kita?" Wanita itu menatap Javin dengan sengit. "Itu salah! Aku tidak mau di anggap sebagai w************n yang seenaknya saja di cium pria," "Baiklah, aku tidak akan mengulanginya lagi." "Dan aku tidak akan membiarkanmu menciumku lagi," Javin menatap tidak suka. "Tidak bisa begitu, aku sudah berjanji tidak akan melakukannya lagi di depan orang lain bukan tidak akan pernah melakukannya lagi." "Aku tidak peduli," dengus Aletta. Beberapa jam kemudian, mereka sudah berada di Spanyol kembali. Javin memerintahkan supir untuk membawa mobilnya menuju apartment Alett

