Aletta berkacak pinggang dan menghela napas pasrah, setelah sampai di penthouse Javin dan atas paksaan pria itu sendiri yang ingin langsung pulang padahal orang tuanya menyarankan untuk beberapa hari tinggal di mansion dan pria itu menolak dengan keras kepalanya. Dan sekarang, dikamar milik pria itu Aletta melihat semua barang-barang miliknya yang tadinya berada dalam apartmentnya ada disini. Tidak ada yang kurang sedikitpun, pria itu benar-benar menyiapkan semuanya. Tidak usah menanyakan bagaimana Javin mendapatkan kuncinya, dengan kekuasaannya ia bisa melakukan apa saja. "Kau bilang ingin mandi?" Aletta merasakan pelukan dibelakang tubuhnya. "Aku tidak menyuruhmu untuk langsung membawa semua barang-barangku kesini," "Tapi aku yang mau, setelah kau menerima untuk pindah kesini aku su

