"Aletta! Kau dimana?" Javin menaruh jasnya di sofa lalu berjalan menuju kamar dan tidak menemukan Aletta. "Aletta!" Javin menuju dapur dan pandangannya disajikan dengan Aletta yang memakai kemeja biru tua miliknya lalu memakai headphone dan menggoyangkan badannya. "Hey!" Aletta memekik terkejut merasakan pelukan dari belakang. "Kau! Mengagetkan saja," "Aku sudah memanggilmu berkali-kali tadi," Javin mencium pelipis Aletta. "Kau memasak?" Aletta mengangguk. "Kelihatan sangat enak, apa tadi kau pergi keluar?" Aletta menggeleng. "Tidak jadi, aku sangat lelah untuk keluar." "Jadi, aku berhasil membuatmu sangat kelelahan ya." Javin menyeringai nakal dan Aletta mendengus melihatnya. "Ya, tentu saja. Kau duduk, sebentar lagi ini matang." "Baiklah," ucap Javin pasrah. •°• Adrian mempe

