Bulan Sabit 1

4598 Kata

(Bukan Sequel) Pagi ini aku keluar rumah dengan langkah ringan, tidak sabar menjemput hal baik apa yang akan terjadi hari ini. Aku menghabiskan waktu sedikit lebih lama dari biasanya di depan meja rias, aku memakai lipstik baru yang sengaja kubeli semalam, dan memakai sepatu terbaik yang kumiliki. "Kamu sudah mau berangkat, Lan?" tanya Ibu ketika aku keluar dari kamar sambil bersenandung kecil. Ibu duduk di depan TV, menonton berita pagi yang sebenarnya tidak dia mengerti. Aku urung mengomentari tontonan Ibu, setelah tahu siapa yang membawakan berita itu. "...kecelakaan ini, seorang pengemudi mini bus tewas dan tiga penumpang di dalamnya sekarang menjalani perawatan intensif di rumah sakit..." "Kok tumben Bulan Sabit bawa berita pagi, Bu?" "Iya, nggak tahu, makanya Ibu nonton." Inila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN