Bulan Sabit 2

4912 Kata

(Bukan sequel) "Bulannya sedang bentuk sabit," aku menunjuk bulan di atas sana. "Kayak nama kamu, Bulan Sabit. Apa ada arti, filosofi atau apa gitu sampai kamu diberi nama itu?" "Aku sebenarnya berharap orangtuaku memberi nama ini karena ada filosofinya, tapi enggak. Namaku Bulan Sabit karena kebetulan lahirnya di malam hari saat bulan sedang berbentuk bulan sabit." Aku ber-oh panjang mengerti, sambil memakan toast pesananku langsung menggunakan tangan. "Kamu sendiri? Namamu Rose, apa orangtuamu juga terinspirasi sama bunga mawar?" "Nggak tahu." Aku asyik menikmati makananku, lebih karena sedang malas mengarang. "Kalau boleh tahu, kesibukan kamu apa, Rose? Saya lumayan lama berteman sama Audrey tapi baru pertama kali lihat kamu." "Oh, saya nggak kenal sama Audrey, sepupu saya yang

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN