Andin duduk santai di depan bar, dia melihat Yanuar sedang memasak dengan penuh semangat di depannya, Andin merasa sangat berhutang budi pada Yanuar karena sudah memperlakukannya dengan sangat baik. Sampai kapan pun, Andin tidak akan melupakan semua kebaikan yang sudah Yanuar lakukan kepadanya. “Mas Yanuar benar-benar tidak datang?” tanya Andin. “Mas percaya mereka mampu mengerjakan semuanya dengan baik, sudahlah kita nikmati waktu ini.” Andin menganggukkan kepalanya, dia tidak akan bertanya untuk kedua kalinya. Andin hanya tidak ingin Yanuar salah paham karena mengira dia tidak nyaman dengan kehadiran Yanuar di sini. "Masak apa sih Mas?" Andin turun dari kursi lalu menghampiri Yanuar, lelaki itu sedang memasak sup untuk Andin agar kondisinya lebih baik dari sebelumnya. Yanuar tidak s

