Yanuar sampai rumah sakit pukul sepuluh kurang lima belas menit, dia tidak ingin Andin menunggu terlalu lama terlebih dia juga pasti kelelahan setelah bekerja seharian. Selain itu, Yanuar juga tidak ingin jika Andin terlalu lama bersama dengan Arshaka dan keluarganya, itu hal yang terlalu bahaya karena tidak ada yang tahu kapan perasaan mulai muncul, apalagi Andin dan dirinya belum memiliki kepastian hubungan. “Mas, udah datang aja.” Andin tersenyum ketika Yanuar datang menjemputnya, dia juga sudah mengantuk dan ingin segera pulang. “Mau pulang sekarang?” tanya Yanuar. Andin mengangguk, Yanuar mengusap lembut puncak kepala Andin dan membuat hati Arshaka terasa sakit. Dia masih saja cemburu ketika mantan kekasihnya diperlakukan oleh orang lain dengan romantic, Arshaka selalu membayangkan

