Yanuar membuka matanya dengan perlahan, dia merasa sangat bahagia melihat Andin ketika dia bangun tidur seperti ini, keinginan terbesar Yanuar adalah menjadikan Andin istrinya. Yanuar selalu berdoa agar Tuhan mengabulkan doanya, dia tidak ingin jika Andin bersama dengan orang lain, Yanuar sangat mampu menjaga Andin dengan sangat baik. “Mas,” ucap Andin yang kini terbangun. “Ada apa, Ndin?” tanya Yanuar. “Andin lapar,” ujar Andin. “Ya udah, kita beli makanan aja. Di luar komplek ada taman yang biasanya banyak penjual makanan, ada bubur ayam enak disana.” “Yey,” ujar Andin lalu masuk kedalam kamar mandi untuk bersiap. Andin sudah selesai cuci muka dan menggosok gigi, setelah itu keluar dari kamar mandi dengan telanjang kaki dan hanya memakai kaos milik Yanuar yang hampir mirip Dress di

