“Mas, barangnya udah di taruh bagasi kan?” “Mas sudah rapikan semua, kamera kamu juga aman. Udah nggak ada yang terlewat lag ikan?” tanya Yanuar. Andin mencoba mengecek lagi, dia rasa semua sudah dia bawa, mungkin agak terlalu berlebihan, tetapi Andin hanya tidak ingin ada yang ketinggalan lagi. Andin merasa malas kembali lagi kerumah ini karena dia kesal dengan Arshaka. “Mas, mobil Andin gimana?” tanya Andin. “Nanti Mas ambil mobilmu, Mas berangkat ke tempat kerja naik taksi aja.” “Ihn anti merepotkan Mas, malah kerja dua kali.” “Mas lebih rela direpotkan dari pada kamu harus mengalami hal buruk untuk kedua kali,” ujar Yanuar. Andin memeluk Yanuar, entah bagaimana cara dia berterima kasih pada lelaki yang ada di hadapannya ini? Ucapan terimakasih tidak akan cukup atas segala kebaik

