Andin kini berangkat menuju bandara diantarkan oleh Yanuar sesuai dengan apa yang Andin katakan. Mereka sudah berada di dalam mobil dan sebentar lagi akan sampai di bandara, Yanuar pasti akan sangat merindukan Andin, tetapi dia berjanji akan segera menyusul Andin jika dia ada waktu luang. “Kalau ada apa-apa kabari Mas ya? Jangan sungkan.” “Iya Mas, Andin udah berkali-kali ngomong loh.” “Mas kangen aja kalau kamu terlalu lama liburannya,” ujar Yanuar. Andin tersenyum dia menggenggam tangan Yanuar, dia tahu bahwa Yanuar akan merindukannya, tetapi Andin sudah menguatkan tekadnya untuk liburan. Lagi pula Yanuar akan menyusulnya, jadi dia tidak masalah jika akan pergi saat ini. “Mas antar sampai sini aja ya? Andin nggak mau Mas nunggu lama,” ucap Andin. “Padahal Mas mau nunggu.” “Andin m

