Arshaka memakaikan kalung tersebut di leher Andin, wanita itu sudah menolak, tetapi Arshaka memaksa Andin. Dia hanya ingin melihat Andin memakai kalung pemberiannya, tidak terlalu mahal, tetapi cukup membuat hati Arsahaka bahagia karena Andin yang memakai kalung tersebut. “Jangan kasih Andin barang lagi Mas, Andin nggak enak hati.” “Mas seneng, kamu jangan nolak pemberian Mas, lagi pula Mas tidak bermaksud apapun,” ucap Arshaka. “Hem, Makasih Mas.” Andin tidak tahu lagi bagaimana dia harus bersikap, Arshaka ssemakin mendekatinya dan Andin takut jika suatu saat nanti dia hanya memberikan luka pada Arshaka. Andin tidak ingin jika dia merasa bersalah, dia tidak ingin membuat dua lelaki yang menyukainya merasakan kesedihan karena dekat dengannya. “Kamu nggak seneng?” tanya Arsahaka. “And

